Barangkali cukup banyak yang tidak tahu bahwa sebagian [sangat]besar orang memiliki sepasang mata yang kerjanya cenderung kurang kompak, di mana salah satu mata bersifat lebih dominan atas mata yang satunya lagi. Mungkin bisa digambarkan seperti salah satu tangan (entah yang kanan atau kiri) yang cenderung “terasa lebih sreg atau lebih bertenaga” untuk melakukan/mendukung suatu aktifitas. Read more…
Semakin bertambahnya pelaku usaha yang memasuki ranah optikal, ternyata belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga ahli yang memiliki pengetahuan memadai di bidang refraksi optisi. Ini menyebabkan masih adanya beberapa (baca: banyak) optik yang menggunakan optotip atau snellen chart yang dibuat secara asal-asalan. Read more…
Basa-basi sessi 1:
Sejak sebelum mengetikkan kalimat pertama artikeli ini, saya sudah merencanakan judul seperti ini: “Fisiologi Mata Yang Mendasari Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan”. Maunya berkesan ilmiah dan nampak intelek. Tapi setelah selesai dan bersiap untuk mempublishnya, saya jadi agak malu dan berpikir: “Memangnya saya intelek beneran? Read more…
Beberapa tahun silam, suatu produk barang atau jasa yang prosesnya diembel - embeli “dengan komputer”, oleh sebagian (sangat) besar masyarakat kita akan dipandang sangat canggih dan akurat. Begitu juga ketika embel - embel itu merasuki ranah refraksi optisi (gampangnya: per-optik-an), seringkali ada pasien yang membatalkan diri untuk periksa mata Read more…
Di kalangan refraksionis (ahli pemeriksaan refraksi mata) dan kedokteran mata, dikenal dengan istilah uji visus dasar (visus = tajam penglihatan). Pada prinsipnya, uji visus ini adalah upaya untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang dan menilainya dengan dibandingkan penglihatan normal. Read more…
Tempat - tempat yang melayani pemeriksaan kesehatan penglihatan seperti rumah sakit, poliklinik mata, puskesmas, dan optik, pada umumnya menggunakan Optotip berupa kartu Snellen untuk menguji visus (ketajaman penglihatan) pasien. Kartu Snellen (dan alat - alat uji visus lain yang serupa) adalah merupakan benda yang bersifat sebagai sumber cahaya sekunder, karena Read more…
Infordinamika