PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
Web Hosting
Home > Kelainan Penglihatan > Strabismus, Pandangan Tak Bisa Lurus

Strabismus, Pandangan Tak Bisa Lurus

Mata juling, kero.. demikian masyarakat umum menyebutnya. Strabismus adalah keadaan di mana garis pandang kedua bolamata tidak dapat searah tertuju ke satu titik obyek. Jadi, jika garis pandang salah satu mata dapat tepat ke satu titik obyek, garis pandang mata yang satunya lagi meleset dari titik obyek. Padahal, untuk mendapatkan kedalaman persepsi (mudahnya: efek 3 dimensi) yang sempurna atas suatu benda yang dilihat, dibutuhkan gabungan informasi dari penglihatan mata kanan dan mata kiri. Kedua informasi tersebut akan difusikan diotak hingga diperoleh kesan 3 dimensi dari obyek tersebut.
penglihatan dengan dua mata
Jika salah satu mata gagal memberikan informasi yang benar, maka kedalaman persepsi penglihatan akan menjadi tidak sempurna. Selain itu, strabismus juga dapat mengakibatkan gejala diplopia (melihat obyek jadi nampak ganda atau berbayang) dan menimbulkan keluhan pusing. Ini biasanya terjadi pada orang dewasa, di mana mata sudah tidak mampu beradaptasi dan mengabaikan ketidak samaan informasi yang diterima dari mata kanan dan kiri. Pada anak - anak yang menderita strabismus, otak akan mengabaikan ketidak seragaman informasi tersebut, dan memproses informasi dari salah satu mata yang masih baik. Ini membuat mereka tidak memiliki kedalaman persepsi penglihatan yang bagus, tapi tidak ada keluhan pandangannya nampak dobel/berbayang maupun pusing.

Penyebab
Penyebab juling yang pasti belum seluruhnya diketahui. Pada umumnya, strabismus disebabkan oleh ketidak seimbangan kerja otot - otot yang memegang dan menggerakkan bolamata. Bolamata kita, dipegang dan digerakkan oleh 6 otot. 2 otot untuk menggerakan dalam arah horisontal, 2 otot untuk vertikal, dan 2 otot lagi untuk memutar. Pada saat mata melihat ke satu titik obyek, diperlukan keserempakan kerja keenam otot tersebut agar kedua bolamata dapat mengarah ke satu titik.

Pada dasarnya, dikenal 2 jenis strabismus, yaitu strabismus laten (tersembunyi) dan strabismus manifes (nyata, tampak). Strabismus laten, sesuai dengan penyebutannya, deviasi/penyimpangan sumbu penglihatannya tidak akan terlihat begitu saja oleh orang lain. Sedangkan strabismus manifes, dapat ditengarai dengan tidak seragamnya posisi lingkaran hitam di kedua bolamata.
mata juling
Strabismus laten dapat diketahui dengan satu pemeriksaan sederhana, yang disebut dengan cover test. Caranya, pemeriksa dan yang diperiksa saling berhadapan sejarak jangkauan tangan. Atur posisi agar yang diperiksa masih dapat melihat jauh kedepan melewati samping kepala pemeriksa. Jadi, posisi pemeriksa berada agak di sebelah kanan (atau kiri) yang diperiksa. Lalu, yang diperiksa diminta untuk melihat lurus jauh di belakang pemeriksa, sementara pemeriksa menutup sebelah mata yang diperiksa (mata yang paling dekat dengan pemeriksa) dengan telapak tangannya (tidak perlu sampai menempel di wajah yang diperiksa). Kemudian buka secara tiba - tiba dan perhatikan mata yang baru saja ditutup tersebut dengan seksama. Bila nampak ada gerakan bolamata yang bergulir ke arah horisontal atau vertikal, berarti yang diperiksa tersebut menderita strabismus laten.

Penanganan
Kasus strabismus dapat ditolong dengan pemberian kacamata berlensa prisma. Selain itu juga dapat ditangani dengan tindakan operasi untuk memperbaiki keseimbangan otot pemegang bolamata. Pada beberapa kasus, bisa diperlukan tindakan penutupan sebelah mata (sementara) untuk mencegah terjadinya ambliopia.

  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

  1. alexander
    February 10th, 2009 at 14:30 | #1

    seberapa efektif nya Bu kacamata Prisma

  2. February 13th, 2009 at 11:04 | #2

    :-) Vweheh.. maaf Mas.. saya cowok tulen ni..
    Kacamata yang dilengkapi dengan ukuran prisma efektif untuk menangani gangguan penglihatan yang timbul akibat strabismus, bukan untuk memperbaiki kondisi strabismusnya. Jika tidak ada komplikasi serius yang menyertai strabismus, kacamata berlensa prisma tersebut mampu secara signifikan mengurangi keluhan yang timbul akibat strabismus tersebut.

  3. deddy
    April 20th, 2009 at 09:40 | #3

    Apakah gangguan ini bisa terjadi scara tiba2..
    saya usia 33 thn. saat ini berkacamata minus 5.5 silinder1.25 kanan-kiri.
    sejak 2 hari lalu, pandangan saya menjadi double.. misal lihat tiang gitu jadi terliat 2 dan sama2 terlihat jelas. jadi tiang yg terlihat itu spt tidak mau jadi 1.

    apakah ini tanda2 gangguan spt yg disebut di atas??

    thanks

  4. April 20th, 2009 at 13:11 | #4

    Mas Deddy.. mohon maaf, saya belum pernah mendapat referensi apakah gangguan strabismus ini dapat terjadi secara mendadak.. Tapi, menurut pendapat saya, itu bisa saja terjadi. Apalagi bila sebelumnya didahului dengan adanya trauma (bisa dibilang:cedera) atau penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan tekanan darah, dan lain-lain..
    Hanya saja, gejala diplopia (melihat obyek tampak ganda) seperti yang anda alami, tidak serta merta bisa disimpulkan bahwa anda menderita strabismus. Sebaiknya, segera periksakan penglihatan anda. Kalau anda yakin optikal langganan anda memiliki ahli Refraksi Optisi yang cukup expert, anda bisa ke sana. Jika tidak, sebaiknya hubungi dokter spesialis mata.

  5. May 31st, 2009 at 00:41 | #5

    katanya mata saya juling, klo melihat suatu obyek terlihat dobel. mata saya cepet lelah. yg terlihat juling sebelah kanan. Saya minder klo berhadapan dng orang lain, apalagi dihadapan org banyak.adakah cara untuk menutupi keadaan mata saya, supaya kelihatannya normal, klo bisa untuk penyembuhan. usia saya 33 tahun. saya malu dng keadaan ini. mohon bantuannya. terima kasih

  6. May 31st, 2009 at 14:18 | #6

    Untuk memperbaiki/menyembuhkan kondisi strabismus-nya, memerlukan tindakan operasi yang hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata. Operasi ini untuk memperbaiki keseimbangan tegangan otot2 penggerak/pemegang bolamata. Kacamata (dengan lensa prisma) hanya dapat mengkoreksi kelainan penglihatan yang timbul akibat strabismus tersebut, tapi tidak bisa menyembuhkan strabismus-nya. Untuk menutupi/menyamarkan kondisi strabismus tersebut, anda bisa memilih lensa yang berwarna agak gelap.

  7. May 23rd, 2015 at 00:01 | #7

    My family members always say that I am wasting my time here at
    web, however I know I am getting familiarity every day by reading such good articles.

  8. May 29th, 2015 at 22:36 | #8

    ?­?­?­?­?­? ?­?­?­?­?­? ?­?­?­?­?­? - VEN900.COM
    ???? ???? ??? ????? ???? 24??
    ??? ?­?­?­?­?­? ???? - VEN900.
    COM

  9. June 5th, 2015 at 18:25 | #9

    It’s an remarkable piece of writing for all the internet people; they will
    get benefit from it I am sure.

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.