Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Technorati button
Myspace button
Delicious button
Home > Artikel, Lensa Kontak > Softlens, Salah Satu Jenis Lensa Kontak

Softlens, Salah Satu Jenis Lensa Kontak

Lensa kontak lunak, yang kebanyakan masyarakat kita lebih sering menyebutnya softlens, sebenarnya adalah hanya merupakan 1 dari 2 jenis mendasar lensa kontak. Penyebutan softlens (pemendekan dari soft contact lens) sendiri muncul setelah mulai adanya lensa kontak yang dibuat dari bahan polymer khusus yang bertekstur lembut/lunak.

Pada awalnya, lensa kontak memang dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah muncul adanya softlens, maka lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens. Kaca lah material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat awal diperkenalkan, sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai diperkenalkan sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir lensa kontak yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang paling sering dipakai.

Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir - akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa sekarang ini.

Softlens, tidak lah berposisi sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya merupakan pelengkap keberadaan lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak berbahan rigid/kaku masih tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada beberapa keunggulan fungsi yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak lunak/softlens. Salah satunya adalah kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea, sehingga dipakai dalam proses orthokeratology untuk mengatasi myopia ringan. Lensa kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek dari tidak ratanya kontur kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme irregular yang disebabkan oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua hal tersebut sampai saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens.

Categories: Artikel, Lensa Kontak Tags:
  1. ayu diyah harni susanti
    September 17th, 2009 at 18:15 | #1

    menggunakan softlens aman atau tidak sih???

  2. September 19th, 2009 at 11:56 | #2

    sejauh mematuhi segala persyaratan dan aturan pemakaiannya, dijamin aman.

  3. January 12th, 2010 at 20:16 | #3

    Hello.
    I want to exchange with you linking to my site
    for good reward

    My site http://projectlon.biz

  1. September 29th, 2009 at 20:23 | #1
  2. February 21st, 2010 at 15:27 | #2
  3. February 23rd, 2010 at 07:28 | #3

Anti spam*:

Antispam Plugin created by Jake Ruston - Sponsored by Reef Sandals.