PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
pusat softlens
Home > Kacamata, Lensa Kontak > Softlens Dan Kacamata Lebih Bagus Mana?

Softlens Dan Kacamata Lebih Bagus Mana?

Pertanyaan yang membandingkan ini ternyata masih sering saya terima dari para pengunjung optik saya, terutama pemakai kacamata yang ingin mencoba/beralih ke softlens. Seperti biasa, saya tidak mengemukakan jawaban yang meng-gebyah uyah (menggeneralisir) bahwa softlens lebih bagus dari pada kacamata, atau sebaliknya. Semuanya saya rujukkan pada situasi dan kondisi penanya. Jadi, jawaban yang diterima oleh penanya A belum tentu berlaku untuk penanya B.

Seperti sudah saya tulis di artikel yang ini, kinerja optis lensa kontak (termasuk juga softlens) memang memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan kacamata. Namun ini bukan berarti bahwa softlens merupakan solusi terbaik untuk mengatasi kaburnya penglihatan akibat kelainan refraksi (myopia, hypermetropia, astigmatisme, presbyopia). Penentuan mana yang terbaik, harus mempertimbangkan kondisi yang ada pada penderita kelainan refraksi tersebut.

Softlens akan lebih bagus dari kacamata jika:

  1. Calon pemakai tidak memiliki riwayat alergi, karena dikhawatirkan akan tidak tahan dengan produk-produk kimia yang digunakan dalam perawatan softlens. Jika calon pemakai memiliki riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis mata, apakah boleh memakai softlens atau tidak.
  2. Belum pernah menjalani operasi mata, terutama yang mengakibatkan perubahan bentuk/kontur kornea. Pemakaian softlens untuk mereka yang pernah menjalani operasi mata sebaiknya sudah mendapat persetujuan dokter yang berkompeten.
  3. Tidak memiliki kelainan bentuk kornea yang terlalu rata/flat (cornea plana) maupun yang terlalu mengerucut (keratoconus). Kedua kelainan bentuk kornea tersebut akan dapat menyebabkan softlens/lensa kontak tidak dapat fit/terpasang secara ideal).
  4. Tidak memiliki kelainan palpebra (kelopak mata) yang mempersulit pemasangan dan pelepasan softlens, atau yang menyebabkan kedudukan softlens tidak ideal.
  5. Tidak bekerja di lingkungan yang berdebu, bersuhu tinggi, atau pun beruap bahan kimia (misalnya di pom bensin, area pengecatan mobil, dll).
  6. Terdapat kasus anisometropia tinggi, yaitu mata kanan dan kiri memerlukan ukuran lensa yang berbeda jauh. Pemakaian softlens dalam kasus ini tentu saja juga harus memenuhi 5 persyaratan di atas.

Jika kelima persyaratan yang disebutkan di atas tidak dapat dipenuhi, maka kacamata akan menjadi solusi yang lebih bagus dari pada softlens. Jika terdapat kasus anisometropia tinggi namun tidak dapat memenuhi kelima persyaratan diatas, maka solusi terbaiknya adalah dengan menjalani operasi LASIK, meskipun untuk itu juga harus memenuhi beberapa persyaratan lagi.

Khusus bagi para pengusaha atau pemilik optik, tentunya akan lebih bagus kacamata dari pada softlens. :-D

  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

  1. Dessy
    June 16th, 2010 at 08:08 | #1

    Selamat pagi.. saya dessy, umur saya hampir 20th. Sudah 3 th lebih saya pake lensa kontak. Awalnya saya adl pengguna kacamata, tapi krna kondisi fisik saya yg tidak mendukung alias idung saya pesek (:D), jadinya agak ribet kalo pake kacamata. Terus saya beralih ke lensa kontak tanpa konsultasi dokter dulu dan pgwai optik yg sy datangi juga tidak pernah menerangkan mengenai a-z’nya softlense.
    Yang ingin saya tanyakan adalah apakah permukaan lengkung dalam softlense bisa di balik menjdi lengkung luar saat pemakaian? jadi yg seharusnya lengkung permukaan luar menjadi lengkung permukaan dalam.
    Masalahnya akhr2 ne softlense yg sy gunakan terkadang terasa tidak nyaman. Mata seperti tertusuk, yg terasa bukan korneanya tapi bola mata sy. terus saya coba balik permukaannya.. yang awalnya permukaan luar, jadi permukaan dalam dan kemudian saat saya pake rasanya g sakit.
    apakah itu bisa? atau malah berbahaya?
    mohon informasinya…
    apabila anda tidak keberatan mohon jawaban dikirim ke email saya..

    terima kasih

  2. June 16th, 2010 at 15:35 | #2

    @Dessy
    Softlens, sebenarnya didisain tidak sekedar dengan 1 kurva/lengkungan seperti bentuk irisan bola. di bagian tepi lingkaran softlens, dibuat lengkungan/kurva khusus yang berfungsi untuk memperbaiki kenyamanan softlens pada saat dikenakan. Jika softlens dikenakan secara terbalik, maka lengkungan khusus ini akan kehilangan fungsi, bahkan malah dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

    Pada kasus mBak Dessy, gejala yang mBak keluhkan biasanya terjadi jika softlens terpasang dalam posisi terbalik. Jadi, besar kemungkinan keluhan yang mbak rasakan adalah justru akibat softlens yang terbalik pemasangannya. Ketika kemudian dilakukan perubahan, maka rasa mengganjal/seperti tertusuk itu tidak terasa lagi.

    Tanpa diminta, biasanya salinan jawaban ini juga otomatis dikirimkan ke email penanya..

  3. June 20th, 2010 at 10:38 | #3

    Hai Om / Mas,,,saya Kiky…!!!
    Mohon bantuannya nih,,,numpang tanya… :)

    Saya kiri minus 8 dan kanan minus 7,,,dua2nya silinder 1,,,terakhir cek tepat sekitar tahun lalu…!!!
    Umur 19th saat ini…

    Sebelumnya saya pake kacamata dan ndak ada masalah,,,tapi barusan ini saya dibelikan ortu softlense Omega 56 bening yang 6 bulan dengan minus sesuai dengan kacamata
    Waktu pertama makainya kok :

    - Penglihatan saya jadi agak blur,,,tidak jelas…Padahal saat pakai kacamata ndak ada masalah… Seolah dari yang minus 8 saat saya pakai softlense minus 8 malah sperti makek minus 7,,,jadi masih belum jelas…
    Saya pikir saya kebalik pasangnya antara kiri dan kanan,,,tapi stelah saya coba balik kiri kanan 2x,,tetep aja masih kabur…
    Saya juga mikir apa minus saya tambah,,,tapi kalo misal tambah kenapa kalo pakai kacamata ndak kenapa2 ya…

    - Kedua,,,saat makai softlense seolah di mata tuh ada air yang menutupi dan mengganggu penglihatan sehingga jadi ndak fokus. Baru kalo mata melotot ke titik fokus nah baru bisa fokus dan detail.

    1. Kira2 kenapa ya,,,apa penyebabnya dan gimana solusinya.

    2. Saya jadi sempet kepikiran buat ganti merk softlense dan MENAMBAH MINUS saya jadi kiri 8 kanan 8 atao mungkin juga malah kiri 9 kanan 8. Saya mikirnya kalo ditambah mungkin bisa lebih jelas. Menurut sampeyan piye?

    3. Apa mungkin ada hubungannya dengan silinder saya? BTW softlense tetep ada silindernya kan ya?

    4. Menurut sampeyan,,,dari merk2 X2, A+, Fresh Look, FreshKon, O2 dan Omega paleng bagus nyaman dan cocok kira2 buat saya yang mana ya?

    5. Trus lebih baik mana menggunakan softlense bening dan warna?

    Mohon pencerahannya ya Om / Mas,,,saya ucapkan sangat banyak terimakasih sbelumnya,,,maaf merepotkan… :D
    Saya butuh ilmunya nih,,,hwe3x…

  4. June 20th, 2010 at 11:04 | #4

    @kiky w
    Omega bening seperti yang di http://www.softlensku.com/softlens/softlens-clear/omega56/ ?
    kalau iya, itu tidak punya yang ukuran silinder.. trus juga masa pakai per softlens-nya hanya 1 bulan.. dikatakan 6 bulan karena 1 box berisi 6 pasang softlens sehingga keseluruhannya akan memberi masa pakai 6 bulan..

    1. Dengan asumsi softlens-nya seperti yang saya jelaskan di atas, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena astigmatism-nya (ukuran silindrisnya) tidak terkoreksi, karena softlens-nya memang tidak memiliki ukuran silindris.

    2. Jika kacamata-nya berdioptri minus (-) maka ukuran dioptri softlens yang dipakai mustinya sedikit lebih rendah dari pada ukuran lensa kacamata. Silahkan baca2 artikel yang ini.

    3. Kemungkinan besar, Ya. Omega56 seperti yang saya jelaskan di awal, tidak memiliki ukuran silinder.

    4. Tidak bisa menentukan mana yang bagus tanpa melakukan pemeriksaan dan atau observasi terlebih dahulu.. Sangat tergantung dengan kondisi mata calon pemakai.

    5. Suka-suka yang mau pakai sih.. bening atau warna kan hanya persoalan estetika, dan yang demikian ini kan biasanya cenderung subyektif. Kalau soal unjuk kerja sih sama saja, selama keduanya memiliki spesifikasi yang sama.

    Sama-sama.. idup ini repot kok.. nek nggak mau repot ya nggak usah idup.. :-D

  5. heri
    August 23rd, 2010 at 20:48 | #5

    saya laki-laki masih usia 26 tahun sejak usia 12 tahun saya sudah menggunakan kacamata dan sampai pemeriksaan dokter mata yang terakir kira2 5 bulan yang lalu adalah - 6 kanan dan kiri, kira-kira 2 bulan yang lalu saya mengalami gangguan penglihatan dekat, saya tidak bisa membaca jarak dekat karena semua tulisan hanya telihat seperti garis rata saja. kemudian smaya periksakan ke dokter mata lagi seminggu yang lalu. dan hsailnya - 6,75 kanan dan kiri, tetapi setelah saya sampakan keluhan penglihatan dekat saya, maka dicoba ditambah dengan lensa plus untuk membaca dan hasil yang paling jelas untuk penglihatan dekat saya adalah +3, dokter juga heran.karena untuk +3 biasanya malah untuk presbiopi usia 60 tahun dan resep yang cocok diajurkan menggunakan kacamata bifokal…pertanyaan saya:
    1. apakah mungkin di usia saya yang masih muda ini, saya sudah menderita presibiopi?jika bukan presbiopi, kelainan mata saya ini apa?
    2. apakah ada efek samping jika saya menggunakan kacamata bifokal pada usia muda?mengingat saat ini sudah saya pakai kacamata bifokal dan hasil penglihatan jauh dan dekat saya sudah sangat jelas, walaupun pada penglihatan jarank sedang masih agak kabur.
    3. apakah saya sampai tua akan memakai kacamata bifokal? dan jika usia saya diatas 40 tahun apakah terus ada penambahan baik minus atau plus pada mata saya?

    mohon penjelasan. agar rasa kekawatiran saya bisa berkurang. atas bantuannya terimakasih.

  6. August 24th, 2010 at 12:33 | #6

    Hmm.. addisi +3,00 adalah nilai addisi (tambahan) terkuat yang diberikan.. berarti kemampuan akomodasi mata anda benar2 sudah sangat lemah. Apakah gejala tersebut datangnya tiba2 ? Kalau iya, mestinya dokter memeriksa lebih lanjut penyebab dari timbulnya gejala tersebut. Karena kasus presbyopia precock (presbyopia dini) seperti ini sangat jarang. Saran saya, sebaiknya anda mencari second opinion dengan periksa ke dokter spesialis mata yang lain. Sampaikan keluhan dan gejala yang anda alami dengan gamblang.

    1. Meskipun jarang, memang mungkin. Kelainan tersebut namanya presbyopia precock seperti sudah saya tulis di atas. Tentang kemungkinan lain, saya pernah mendapati pasien yang mengalami depresi juga mengalami gejala seperti yang anda alami.

    2. Menurut saya, tidak ada. Kecuali pada rasa percaya diri yang mungkin menurun karena malu menggunakan kacamata sebagaimana yang dipakai orang tua. Untuk solusi hal ini, sebaiknya pakai lensa progresif (multifokal). Selain mampu memberi ketajaman penglihatan untuk jarak menengah/sedang, juga tidak akan tampak adanya garis pemisah yang menandai area untuk melihat dekat. Jadi penampilan lensa kacamata anda akan tetap seperti kacamata anak muda yang lainnya. Solusi lainnya, punya 2 kacamata, yang 1 untuk penglihatan jauh, dan satunya lagi (ukurannya: -6,75+(+3,00) = -3,75) untuk penglihatan dekat.

    3. Tergantung dari penyebab melemahnya kemampuan akomodasi mata anda. Jika hanya karena depresi seperti yang saya sampaikan di atas, biasanya akan dapat pulih lagi, meskipun nanti di usia 40an juga akan timbul lagi (alamiah). Namun jika penyebabnya adalah kelainan organis yang menetap (misalnya karena komplikasi penyakit tertentu, atau kelemahan fisik bawaan), ya presbyopia tersebut akan terus dialami sampai usia lanjut nanti.
    Penambahan minus di usia >40 tahun bisa saja terjadi, terutama jika aktifitas sehari-hari anda lebih dominan membutuhkan penglihatan dekat (kutu buku atau kutu monitor :-) ), dan sangat jarang digunakan untuk melihat ke arah jauh.
    Untuk penambahan plus-nya (menurut saya: derajat presbyopia-nya), saya tidak bisa memastikan. Addisi +3,00, umumnya adalah nilai lensa tambahan (addisi/addition) = tambahan) untuk mengatasi kondisi presbyopia derajat tertinggi. Namun, ada beberapa produsen lensa yang menyediakan hingga addisi +3,50.

  7. Diana
    December 17th, 2010 at 13:18 | #7

    slmt pagi/siang/sore/mlm
    q diana 22 thn
    mo tnya,q udh lama bgt pke softlens,q udah ikutin saran cara pemakaian dan perawatan softlens,trs senin tgl 13des kmrn ru j dari dokter mata,kata dokter q kena kurang oksigen yg nyerang kornea,q emg curiga bgt pas tw digaris kornea q kaya ada selaput yg mengganjal n kering rasanya tp msh diatas lum smpe bawah korneanya,kata dokter q diwajibin tidak memakai softlens untuk 1 minggu dulu,selepas pengobatan baru boleh memakai lg,tp q msh bingung n rada2 takut j pakai softlens lg,tp klo pke kacamata rasanya bikin pusing n ribet aja
    yg q mo tanyain ;
    1.apa hipoxia bisa cepat disembuhkan?
    2.supaya tidak terkena hipoxia lg sewaktu pakai softlens bagaimana caranya?
    3.produk softlens yg bagus biasanya apa?
    4.apa hipoxia bisa menyebabkan gejala penyakit mata lain?misalnya katarak/kanker *-*?
    5.pemakaian softlens yg baik,maksimal berapa jam tiap harinya yah?q suka pakai tiap hari bahkan bisa dari pagi pe mlm (cuma pas mau tidur aja q lepas)?
    6.cairan yg tepat untuk softlens itu apa?

    mohon diberitahu ya..
    terimakasih :)

    Diana

  8. Diana
    December 17th, 2010 at 13:23 | #8

    oya ada lagi, q dikasih obat namanya sofradex dan vernacel,
    kalau vernacel itu bisa untuk tetes mata waktu pemakaian softlens tidak yah?
    terimakasih

  9. December 21st, 2010 at 11:37 | #9

    1. Hypoxia itu sebutan untuk kondisi kekurangan oksigen pada kornea.. jika penyebab hypoxia sudah tidak ada (dalam kasus mbak, softlens), biasanya akan pulih dengan sendirinya.. yang mungkin tidak bisa segera normal, adalah kasus ikutannya yang berupa timbulnya pembuluh darah pada kornea (normalnya, kornea tidak terdapat pembuluh darah). Untuk kasus ini, saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan. Dokter spesialis mata yang lebih berkompeten.

    2. Pilih dan pakai softlens yang sesuai dengan kondisi mata. Hypoxia biasanya terjadi jika softlens terpasang ketat pada kornea. Coba baca2 artikel ini dan yang ini.

    3. Lihat jawaban no. 2.

    4. Untuk katarak, sejauh yang saya tahu, tidak. Untuk menjadi penyebab kanker, saya belum pernah membaca referensinya.

    5. Kebanyakan menyarankan tidak lebih dari 8 jam perhari.

    6. Produk2 perawatan softlens masa kini sudah banyak yang dikemas all in one solution. Anda tinggal memilih salah satu merek yang cocok dan nyaman di mata. Memang butuh coba-coba. Jika mata anda tergolong sensitif, pilih yang bertagline “soft”.

    Tambahan:
    Maaf, saya kurang tahu dengan karakteristik obat tersebut. Yang jelas, drop solution (tetes mata untuk pemakaian softlens) hanya merupakan air mata buatan, tidak mengandung obat. Sebaiknya anda tanyakan langsung ke dokter yang menangani keluhan anda tersebut.

  10. kanti
    July 13th, 2011 at 20:23 | #10

    maaf saya mau tanya, udah sebulan saya menggunakan softlens -3.5 , tp berdasarkan tes mata ternyata saya silinder 0.75 jga.. sebenarnya boleh ga penggunaan softlens yg hanya menggunakan minus tanpa silinder? apa itu akan berdampak berbahaya bagi mata sya dlam penggunaan soflens jangka panjang? namun selama menggunakan softlens saya merasakan nyaman2 aja..
    thx .. saya tunggu balasannya :)

  11. July 14th, 2011 at 11:22 | #11

    Tidak ada larangan memakai softlens non silindris bagi penderita mata silindris. Selama ukurannya tidak melebihi dari yang seharusnya, boleh2 saja, dan tidak akan membahayakan kesehatan mata.

  12. moeztiekha aiiuu wangii
    August 19th, 2011 at 20:22 | #12

    saya masiihh baru pake softlens,, mata saya normal,, cuma sekedar ingin lebih menarik saya gunakan softlent tsb,, tapi saya masih awan soal softlens,, cara membedakan bagian dalam dan luar nya pun saya tidak tau,, gimana ya???

  13. August 19th, 2011 at 21:07 | #13

    bagian dalam, umumnya terasa lebih licin..

  14. nana
    August 24th, 2011 at 15:06 | #14

    selamat siang, saya mau tanya… saya bekerja di bank yang berhubungan langsung dengan uang (kotor) apakah aman jika memakai softlens? minus saya 5 kiri dan kanan… sebelumnya saya belum pernah memakai softlens, kira2 merk apa yang bagus? terimakasih

  15. August 24th, 2011 at 18:51 | #15

    mBak Nana, asal selalu membersihkan dan mensterilkan tangan ketika akan memasang atau melepas softlens, tentunya aman-aman saja.

    Maaf, tidak bisa merekomendasikan merek. Tapi, sejauh softlens/lensa kontak yang dipilih cocok dengan kondisi mata, mestinya tidak akan menimbulkan masalah. Sebaiknya pastikan anda tidak mempunyai riwayat alergi. Atau lebih baik konsultasikan dahulu dengan dokter spesialis mata, untuk memastikan mata anda tidak memiliki penyulit untuk memakai lensa kontak.

  16. mayya
    August 28th, 2011 at 09:10 | #16

    saya mau tanya ,,
    1.masa pakai softlens saya 6bulan qlo kira2 masi nyaman dipakai apa itu ga pa2 ??
    2.prnh denger qlo ada tablet buat merendam softlens tp sy blm prnh tau ,qlo merendamnya cm pke solutionnya apa itu ga pa2 dan apa bedanya ???

  17. August 28th, 2011 at 11:06 | #17

    tidak apa2.. tapi pastikan softlens tersebut benar2 tidak menimbulkan ketidaknyamanan di mata..

    tablet enzim, fungsinya untuk membersihkan deposit protein yang sulit terbersihkan oleh produk multi purpose solution. selama multipurpose solution mampu membersihkan softlens sebagaimana yang diharapkan, penggunaan tablet enzim tidak diperlukan..

  18. Angelina
    January 25th, 2012 at 09:05 | #18

    Selamat pagi,siang,sore,malem,subuh , saya angelina , umur 14th , saya mw nanya ,
    1 . sebenarnya kalau umur di bawah 17th(spt saya), bila memakai soflen kira” bahaya gak ?
    2 . pemakaian softlens yang rutin(setiap hari) itu bahaya gak ?
    3 . kalau memakai soflens dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam itu , bisa menyebabkan apa?
    4 . bagaimana kita bisa tau kalau kita memakai softlens terlalu kencang atau tidak ?
    5 . saat saya baru saja menempelkan soflens ke mata saya, terkadang diantara kiri dan kanan itu ada yang sakit gitu , itu kenapa ya ?
    6. softlens merek eye.com itu mereknya aman gak ?
    7. apa benar kalau kita memakai softlens itu lebih cocok di ruangan dingin ? kalau iya kenapa? kalau tidak , kenapa ?
    Thx ^^
    Maaf merepotkan

  19. Angelina
    January 25th, 2012 at 09:09 | #19

    Oh iya, satu lagi , kenapa kalau saya memakai softlens dan berlama” duduk d dpn monitor komputer, rasanya mata saya perih?

  20. January 26th, 2012 at 14:12 | #20

    @Angelina
    1. Selama kondisi mata dan kesehatan tidak ada yang menyebabkan tidak boleh mengenakan softlens, dan mampu menggunakan dan merawat softlens sebagaimana seharusnya, maka tidak akan ada bahayanya.
    2. Sama dengan jawaban di no. 1.
    3. Pemakaian softlens yang melebihi batas waktu yang dianjurkan (8 jam per hari), bisa menyebabkan kornea kekurangan oksigen, iritasi, bahkan perlukaan.
    4. Dengan observasi yang dilakukan oleh ahlinya (refaksionis optisien, dokter spesialis mata).
    5. Bisa jadi karena spesifikasi softlens yang kurang cocok dengan kondisi kornea/mata.
    6. Maaf, tidak bisa menilai aman atau tidaknya softlens merek tertentu.
    7. Pemakaian softlens di area yang bersuhu tinggi memang tidak disarankan, karena akan membuat penguapan air mata menjadi lebih cepat sehingga dapat membuat softlens dan mata cepat kering dan terasa mengganjal.
    8. Biasanya sih karena “lupa” berkedip, sehingga softlens dan mata seperti terlambat mendapatkan pembasahan airmata.

  21. March 19th, 2012 at 09:20 | #21

    Cinta untuk mereka ..Wahai temen-temen pakhanreh kalian menatap orang-orang yang dekat dengan kalian saat ia tertidur? cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan ekpresi sesungguhnya dari seseorang.Seorang yang ketika di pandang begitu cantik dan indah pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Dan sebaliknya orang paling kejam sekalipun jika tidur, takkan tampak wajah seramnya.Dan wahai kalian saudara-saudariku coba kalian perhatikan Ayah kalian saat beliau tidur. Sadarilah bahwa, betapa tubuhnya yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan legam, rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang rela bekerja seharian, membanting tulang melakukan ikhtiar (baik) apa saja, untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, membiarkan tubuhnya terbakar teriknya matahari ketika beliau bekerja diladang, demi kita dan asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar. Massya Allah, tapi terkadang kita mengabaikan nasihat-nasihatnya, perintah-perintahnya yang baik untuk kita.Sekarang, beralihlah ke ibunda tercinta kalian Kulitnya mulai keriput, dan Subhanallah tak tampak sedikitpun gurat diwajahnya untuk meninggalkan dari memenuhi kebutuhan kita dirumah, orang inilah yang senan tiasa menyiapkan makan untuk kita tanpa mengeluh sedikit pun. Tangannya yang dulu halus membelai belai tubuh kecil kita, kini kasar karena terpaan hidup yang berat. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomelin kita, semata-mata karena rasa sayang. Dan tanpa sadar kita malah balik membentaknya karena omelan sayang itu sering kita salah artikan.Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan mereka. Rasakan betapa kasih sayang mereka begitu tulus dan karena ke egoan kita sering menyepelekannya. Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka orang orang kita amat sangat sayangi itu tak membuka matanya kembali, selamanya !!

  22. anita dwi nurcahya
    June 24th, 2012 at 15:55 | #22

    kak mau tanya,
    mata kanan dan kiri saya minus 1,5 dan silinder 0,5 dan saya memakai kacamata sesuai ukuran tersebut,
    namun saya beralih ke lensa kontak dengan ukuran minus 1,5 kanan dan kiri, selama penggunannya saya merasa pusing namun pengelihatan tetap bening seperti memakai kaca mata,
    nah apakah penyebab kepala saya pusing ketika memakai softlensa tak bersilinder ? apakan karena tidak ada silindernya? mohon dijawab. thanks.. :)

  23. August 20th, 2012 at 05:47 | #23

    @anita dwi nurcahya
    Pemakaian lensa kontak non silindris pada penderita astigmat (mata silindris) ringan, biasanya tidak menimbulkan keluhan pusing, asal ukuran dioptri lensa kontak yang dipakai tidak melebihi dari koreksi seharusnya. Misalnya, jika ukuran kacamata anda -1,50 C-0,50, maka ukuran lensa kontaknya tidak boleh lebih dari -1,75.

  24. elmi
    December 3rd, 2012 at 22:43 | #24

    pak bagaimana cara merawat softlens supaya softlense tetap bagus, lembut dan nyaman dipakai?

  25. Diana
    July 30th, 2013 at 15:06 | #25

    Mata saya dua-duanya murni silinder, tanpa minus sama sekali. kanan kiri silinder antr 0,75 - 1 (terakhir bikin kacamata). saya ingin sekali pakai soflens.tapi tiap kali pakai soflens yg plano kenapa selalu buram? Bagaimana cara memilih ukuran yg tepat untuk soflens biasa. thx

  26. April 15th, 2014 at 01:07 | #26

    Very good post. I will be facing many of these issues as well..

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.