PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI
Home > Lensa Kontak > Soflen Berkadar Air Tinggi Lebih Bagus Mutunya, Anggapan Keliru

Soflen Berkadar Air Tinggi Lebih Bagus Mutunya, Anggapan Keliru

Konvensi:
Soflen, meskipun istilah itu (sejauh yang saya tahu) belum dibakukan secara resmi sebagai pengindonesiaan dari kata softlens, dalam artikel ini (dan mungkin artikel2 selanjutnya) akan saya gunakan sebagai istilah yang bermaksud sama dengan softlens.


Meski belum pernah ada yang menyatakannya secara langsung, sebagian besar pengunjung optik saya yang hendak membeli soflen terkesan punya anggapan seperti itu. Kebanyakan dari mereka selalu membandingkan dan menghindari soflen yang berkadar air kurang dari 50%.

Softlens dibuat dari bahan polymer yang hydrofilic atau dapat mengandung air, bukan bahan aslinya yang mengandung air. Itu berarti bahwa soflen tersebut memiliki pori-pori yang akan menyerap cairan dari tempat di mana dia diletakkan. Yak.. bisa dibilang sifatnya seperti spon/busa. Dengan demikian, soflen yang diinformasikan memiliki kadar air lebih tinggi, tentunya memiliki pori-pori yang akan menyerap cairan lebih banyak dari pada soflen berkadar air lebih rendah. Jadi, jika soflen tersebut diletakkan di mata pemakai, soflen berkadar air lebih tinggi akan menyerap air mata lebih banyak dari pada soflen berkadar air rendah.

Efek dalam pemakaian.
Patut diketahui bahwa lensa kontak (temasuk soflen) yang dipakai sebenarnya tidak benar-benar menempel pada kornea, tapi mengambang pada air mata yang melapisi kornea. Lapisan air mata ini terbentuk/terbarui setiap kali mata berkedip. Soflen disebut terpasang secara ideal jika masih dapat bergeser sejauh ±1 mm setiap kali mata berkedip. Ini untuk memberi kesempatan perbaruan lapisan air mata.
Untuk mempermudah pemahaman penjelasan berikutnya, terlebih dahulu saya ajak anda sedikit bermain-main. Sediakan sebidang kaca apa saja. Boleh gunakan cermin anda. Sediakan juga 1 potongan kecil (1 cm2 cukup) kertas buram dan 1 potongan kecil kertas glossy (atau jenis kertas lain yang lebih tinggi densitasnya). Untuk mendapatkan efek yang lebih tinggi perbedaanya, potongan kertas glossy bisa diganti dengan potongan plastik. Basahi kaca dengan air, taruh ke dua potongan kertas tadi ke atas kaca yang basah tersebut. Sekarang, coba geserkan masing-masing potongan kertas tersebut bergantian. Mana yang lebih mudah digeser?
Ternyata, potongan kertas glossy (atau plastik) yang kemampuannya menyerap cairan lebih sedikit dari pada kertas buram, lebih mudah bergeser dari pada potongan kertas buram. Yang demikian itu berlaku juga pada soflen. Jika dipakai pada mata yang sama, soflen yang berkadar air lebih rendah akan lebih mudah bergerak/bergeser dari pada yang berkadar air lebih tinggi. Artinya, soflen berkadar air lebih rendah kondisinya akan lebih longgar dari pada yang berkadar air lebih tinggi.
Kemampuan mata seseorang dalam menghasilkan air mata, bisa berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yang cenderung berlebih, ada yang normal, ada pula yang cenderung kurang. Jika soflen berkadar air rendah dipakai pada mata yang cenderung berlebih air matanya, akan dapat terjadi kondisi soflen yang terlalu longgar sehingga gerakannya berlebihan dan mudah terlepas. Jika soflen yang berkadar air tinggi dipakai pada mata yang cenderung kurang air matanya, akan dapat terjadi kondisi soflen yang terlalu ketat. Ini dapat menyebabkan kornea kekurangan oksigen (hypoxia) dan menyebabkan munculnya pembuluh darah pada kornea (hal yang tidak boleh terjadi).

Pemilihan yang benar.
Cara memilih yang paling efektif adalah dengan mencoba kedua jenis soflen tersebut secara langsung. Ahli Refraksi Optisi yang berkemampuan baik akan dapat menilai pola gerakan soflen yang terpasang.
Opini:
Maraknya penjualan soflen berharga (sangat) murah, cenderung membuat layanan tersebut sangat jarang didapat oleh calon pembeli. Maklum lah, untuk dapat menjual dengan harga sangat murah, tentunya harus mengurangi beberapa unsur biaya yang membebani penjualan. Menurut kelakar teman saya yang ini: “Murah kok njaluk apik” :-D

  • Share/Bookmark
Categories: Lensa Kontak Tags:
  1. ayu diyah harni susanti
    September 17th, 2009 at 18:19 | #1

    lalu dimana qta bisa menemukan ahli refraksi optisi yang berkemampuan baik? rumah sakitkah? atau..

  2. September 19th, 2009 at 11:59 | #2

    di optik bisa, di rumah sakit maupun poliklinik mata juga bisa.

  3. q-ya
    November 15th, 2009 at 08:23 | #3

    pak..saya mau tanya..saya pernah mencoba memakai softlens dengan kadar air rendah tapi yg terjadi malah mata saya smakin kering dan sering berkedip dan apabila memakai softlens dengan kadar air tinggi malah menjadi lebih baik..brarti yang terjadi pada mata saya itu apa ya?tlong penjelasannya.makasii

  4. November 15th, 2009 at 21:00 | #4

    hmm.. kalau benar mata menjadi semakin kering seperti yang anda sampaikan, saya malah heran dengan anomali seperti itu.. tapi bisa jadi peningkatan frekuensi berkedip bukan karena kering betulan, tapi respon atas ketidaknyamanan akibat lensa kontak yang tidak bisa fit dengan ideal..
    kondisi mata termasuk kering atau bukan hanya bisa diketahui secara tepat dengan pengukuran (kebanyakan dengan Schirmer’s test). Di luar itu semua, berhubung anda sudah menemukan lensa kontak yang cocok, sebenarnya sudah tidak ada yang perlu dirisaukan lagi kan? .. :-)

  5. lyla
    December 10th, 2009 at 10:10 | #5

    sebener nya..berapa harga softlens rata2 yg berkualitas tinggi?merk barbie eye dari korea itu bagus tidak?soal nya saya baru pertama kali memakai softlens :D..TOLONG JAWABAN NYA DI KIRIM KE EMAIL SAYA lylafitria@ymail.com..makasih

  6. December 10th, 2009 at 12:08 | #6

    Vwhaduh.. kalau yang ditanyakan yang berkualitas tinggi, saya repot njawabnya mbak.. soalnya saya juga tidak tahu persis apakah suatu soflen berkualitas tinggi atau tidak jika belum pernah melihat dan mencobanya langsung.. sependek yang saya tahu, bahan dasar pembuatan soflen itu *saat ini* sama.. kualitas selanjutnya tergantung dari desain kurvature pada soflen tersebut.. hasil dari desain kurvature tersebut *lagi2 sependek pengetahuan saya* baru bisa diketahui dengan perangkat penganalisa khusus, atau dengan mencobanya langsung. Saya belum pernah mendapatkan referensi tentang hasil uji coba *baik dengan perangkat khusus atau dengan pemakaian* terhadap suatu soflen/lensa kontak merek tertentu.

    Secara umum, barang yang berkualitas baik biasanya juga meminta biaya pengadaan yang “baik”. Dengan merujuk pada hal ini, anda tinggal membandingkan harga dari masing-masing merk/type soflen yang sering anda temui. Sulit benar bagi saya untuk menginformasikan “harga rata2 soflen yang berkualitas tinggi” tanpa saya yakin soflen2 tersebut benar2 berkualitas tinggi.

    Maaf kalau jawaban saya mbulet..

  7. dini
    December 11th, 2009 at 05:58 | #7

    saya pgn tany, jika soflen jatuh dilantai apakah bisa dipakai kembali lalu apa bedany soflen yang 6 bulan sama yg 1 tahun??? trimaksh…!!!

  8. December 13th, 2009 at 12:18 | #8

    Bisa saja asal dibersihkan hingga benar2 bersih dan steril.
    Soflen untuk masa pakai yang lebih lama biasanya akan memiliki kadar air yang lebih rendah dari pada soflen bermasa pakai lebih singkat, karena dengan rendahnya kadar air tersebut akan membuat struktur bahan soflen menjadi lebih rigid dan kuat sehingga tidak mudah berubah bentuk curvature/kelengkungannya.

  9. widya
    December 16th, 2009 at 17:20 | #9

    “nice info pak!” ^_^ masih banyak yang keliru tentang kadar air ini pak.

  10. hariani
    December 29th, 2009 at 21:40 | #10

    saya mau tanya,saya rasa mata saya kering bgt kalo pake softlanse dan terasa ketat, saya pake merek oxife.kira2 ada pengaruh tidak? dan bagusnya pakai merek apa yg sesuai dengan kondisi mata saya, agar terasa nyaman.trims

  11. December 30th, 2009 at 18:57 | #11

    mBak Hariani, saya tidak akan merekomendasikan merk. Saran saya, cari soflen yang memiliki kadar air lebih rendah dan atau yang diameternya lebih kecil dari pada merk yang anda pakai itu. FYI, kesalahan pemilihan soflen seperti yang anda alami tidak akan terjadi jika dalam memilih soflen tidak sekedar berlandaskan pada kesukaan terhadap warnanya saja. Ada baiknya para peminat/pemakai soflen mengetahui cara memilih soflen yang cocok dengan kondisi matanya. Mengapa demikian? Saat ini banyak penjual soflen yang hanya bisa menjual saja, tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai, sehingga harga yang ditawarkan adalah harga asal barangnya laku, karena mereka tidak memperhitungkan/memberikan layanan profesional.

  12. June 29th, 2010 at 14:11 | #12

    saya mau tanya nih, pertama kali saya pake lens koq ddlm mata saya koq seperti ad sampah yg bias msk kmata y?

  13. June 29th, 2010 at 16:02 | #13

    Pemakai softlens yang belum terbiasa, biasanya akan merasakan efek seperti mengganjal selama +/- 10 menit, maksimal 15 menit. Jika efek tersebut terus terasa selama pemakaian, berarti ada ketidakcocokan dengan softlens tersebut. Bisa karena longgar, atau malah ketat. Penilaian apakah softlens yang dipakai benar2 fit, biasanya hanya bisa dilakukan dengan observasi oleh praktisi yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang softlens.

  14. Saharudin
    July 3rd, 2010 at 00:44 | #14

    Saya mau tanya, gimana ya caranya agar mengukur tinggi, lebar, ketebalan garis objek huruf pada snellen chart???? makasih sebelumnya

  15. July 3rd, 2010 at 11:45 | #15

    Lain kali, harap sesuaikan pertanyaan dengan topik yang sedang dibahas pada artikel di atasnya..

    Untuk pertanyaan anda, silahkan baca2 artikel yang ini

  1. April 9th, 2010 at 13:58 | #1
View in: Mobile | Standard