PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
Web Hosting
Home > Kelainan Penglihatan > Snellen Chart Dan Optotip Murahan Tidak Layak Diandalkan

Snellen Chart Dan Optotip Murahan Tidak Layak Diandalkan

Semakin bertambahnya pelaku usaha yang memasuki ranah optikal, ternyata belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga ahli yang memiliki pengetahuan memadai di bidang refraksi optisi. Ini menyebabkan masih adanya beberapa (baca: banyak) optik yang menggunakan optotip atau snellen chart yang dibuat secara asal-asalan. Disebut asal-asalan, karena optotip murahan itu dibuat dengan tanpa memperhatikan kaidah atau aturan yang harus dipenuhi dalam pembuatan huruf-huruf atau lambang-lambang yang menjadi obyek tesnya. Padahal, meskipun banyak optikal yang sudah membanggakan diri dengan tag PERIKSA MATA DENGAN KOMPUTER yang sebenarnya autorefraktometer itu, optotip tetap dibutuhkan untuk prosedur akhir dari pemeriksaan refraksi mata (tentang hal ini silahkan baca artikel yang ini).

Sedikit mengulang isi artikel ini, huruf-huruf atau lambang-lambang yang menjadi obyek tes pada optotip harus dibuat sedemikian rupa sehingga ia dapat memberikan sudut penglihatan sentral sebesar 5′ di dalam system optis bolamata. Namun, hanya mata normal yang memiliki sudut penglihatan sentral sebesar 1′ yang akan mampu melihatnya dengan jelas. Artinya, ukuran (tinggi dan atau lebar) huruf/lambang harus mampu memberikan sudut penglihatan sentral sebesar 5′, sedangkan detail (stroke/coretan/tebal dan celahnya) huruf/lambang harus dibuat agar hanya memberikan sudut penglihatan sentral sebesar 1′. Berdasarkan kaidah itu, jika misalnya tinggi huruf adalah 40mm (tinggi huruf selalu menjadi acuan, karena optotip ada yang menganut perbandingan 5:5 dan 5:4 untuk ukuran tinggi dan lebar huruf/lambangnya), maka detailnya harus konsisten dengan ukuran 1/5 dari tinggi huruf/lambang tersebut. Jadi, bentuk coretan dan celah huruf/lambang tidak boleh seperti kaligrafi yang tebal tipisnya bervariasi. Sekarang, coba lihat gambar foto sebagian dari snellen chart murahan di bawah ini:
snellen chart murahan
Anda bisa melihat bahwa detail huruf-hurufnya nampak belepotan, ada bagian yang lebih tebal dari pada bagian yang lain. Jika masih kurang mudah untuk mengetahui ketidakberesan snellen chart pada foto di atas, silahkan bandingkan dengan bentuk dan detail huruf yang lebih konsisten di bawah ini:
detail huruf optotip yang baik
Pemeriksaan dengan menggunakan optotip ini sangat mengandalkan respon dari pasien. Pemeriksa biasanya akan menyuruh pasien untuk menyebutkan huruf-huruf tersebut satu persatu. Detail huruf yang tidak konsisten bisa membuat huruf tersebut tidak tampak jelas bagi pasien. Ini akan direspon oleh pemeriksa dengan menambah ukuran lensa yang dipasang di depan mata pasien. Padahal, jika detail hurufnya konsisten, bisa jadi huruf tersebut akan tampak jelas bagi pasien. Kasus seperti inilah yang bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya koreksi berlebih (over correction). Hal yang sebaliknya pun dapat saja terjadi. Karena detail huruf yang tidak konsisten sehingga ada bagian yang memberi sudut penglihatan sentral lebih dari 1′, maka pasien jadi bisa menebak huruf tersebut sehingga pemeriksa menganggap ukuran lensa yang diberikannya sudah cukup. Ini akan menjadi penyebab kekurangan koreksi (under correction) karena jika saja detail huruf tersebut konsisten, bisa jadi pasien tidak akan dapat menebaknya.

Saya jadi teringat satu prinsip yang selalu saya tekankan pada rekan-rekan mahasiswa ARO (Akademi Refraksi Optisi) yang menempatkan saya sebagai salah satu pembimbing mereka: prosedur yang benar + perangkat yang benar + kemampuan yang baik = hasil pemeriksaan yang benar. Lalu, apa gunanya prinsip itu untuk pasien (baca: masyarakat umum) yang akan diperiksa? Sederhana, sebaiknya yakinkan dahulu apakah optotip yang digunakan untuk memeriksa anda memang layak diandalkan. Ibarat membeli minyak, jika anda tidak bisa menerima minyak yang anda beli ditakar dengan penakar liter yang penyok-penyok, tentunya mata anda jauh lebih berharga untuk ditakar dengan huruf yang penyok-penyok pula.


Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

  1. No comments yet.
You must be logged in to post a comment.