Memahami Ukuran Bingkai Kacamata
Tiga hari yang lalu, seorang muda datang ke optik saya. Begitu masuk, sambil pandangannya men-scaning etalase yang penuh berisi aneka bentuk bingkai kacamata, ia memberi aba: “Mas, yang ukuran 52″. Merasa baru kali itu saya mendengar seseorang yang meminta bingkai kacamata ukuran tertentu, rasa penasaran saya menghangat melelehkan kebanggaan dipanggil “Mas” oleh orang semuda itu (sepertinya masih 20an). Mulut saya pun keceplosan: “Mengapa harus ukuran 52 Mas?” “Karena ukuran itu yang pas dengan muka saya”. “Oohh…” saya pun hanya manggut-manggut (mengangguk-anggukkan kepala) sambil memikirkan cara untuk tidak berdebat dengannya. Singkat cerita (meskipun hampir 2 jam saya melayaninya), ia pun mendapatkan model bingkai yang cocok dengan seleranya. Ukurannya 49. ![]()
Ketika kita memilih-milih sepatu atau sandal, jika kaki kita kesempitan dengan ukuran 39, biasanya akan mendapatkan yang lebih longgar jika kita kemudian mencoba yang berukuran 40 atau 41. Nomer yang mengisyaratkan ukuran tersebut umumnya tercantum di bagian alas sepatu atau sandal, sehingga akan mudah untuk diketahui.
Pada bingkai kacamata, sebenarnya juga tercantum beberapa format angka yang menunjukkan ukuran bagian-bagian bingkai kacamata tersebut. Mungkin anda pernah menemui tulisan seperti ini pada waktu memilih-milih bingkai kacamata: 52-18-135 atau 52?18-135 atau hanya 52?18. Masih bisa mengingat, di bagian mana tulisan - tulisan itu berada? Ya betul! Di sisi dalam bagian tangkai.. Di bagian lensa demo-nya? Betul juga.. Hm? Di sisi belakang bridge (penghubung rim)? Itu juga betul.. Lhoh?? Ya, begitulah.. Pencantuman ukuran bingkai kacamata memang letaknya bisa berbeda-beda, tapi pasti berada di salah satu dari bagian-bagian bingkai yang sudah disebutkan itu. Angka 52 mengisyaratkan ukuran rim dalam arah horisontal (disebut lens size atau A size), 18 menunjukkan ukuran panjang bridge (disebut distance between lens/DBL), dan 135 menunjukkan panjang tangkai. Semuanya dalam satuan milimeter. Mungkin akan lebih mudah dipahami jika angka -angka di atas kita tempel ke ilustrasi di bawah ini.

Nah, jika mengamati ilustrasi di atas, jelas terlihat bahwa ukuran rim yang tercantum pada bingkai kacamata tidak serta merta dapat menjadi tolok ukur terhadap kondisi jika dipakai. Karena, selain ukuran rim, masih ada ukuran bagian-bagian lain yang akan berpengaruh terhadap lebar bingkai (arah horisontal) secara keseluruhan. Bagian - bagian itu adalah panjang bridge (DBL) dan jarak sisi terluar endpiece ke sisi terluar rim (lihat parameter X pada ilustrasi). Jadi, bingkai kacamata yang mempunyai ukuran rim 49, jika dikenakan belum tentu lebih sempit dari pada yang rim-nya berukuran 52. Ukuran rim ini tidak bisa diperlakukan sama dengan ukuran yang tercantum pada sepatu atau sandal yang pasti berhubungan langsung dengan kondisi jika dipakai (longgar, pas atau kekecilan).
Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel


Tulisan yang menarik. Senang melihat kemajuan Bapak yang pesat. Sukses Selalu Buat Bapak Sekeluarga. Amin…
vwhaha.. matur tengkiu dah mampir dimari..
btw, terima kasih atas do’anya. Sukses selalu juga buat njenengan sekeluarga..
sepertinya, belum semaju yang njenengan pikirkan deh..
eh, janne saya pengin ketemu buat (membuka kemungkinan) proyek konversi database yang ta’ bikin dengan Ms.Access ke aplikasi dengan PHP dan MySQL. Rasanya dah hampir mapan nih database. Ee.. ndilalah leptop saya kok matot, jadi tertunda deh mo’ mampir ke basecamp njenengan..
pak wahyu yg ganteng. mbok info info yg lain tentang kacamata sll ditambah, terutama msl lensa. pahalanya banyak lho. tak tunggu dan sukses untuk pak wahyu. nuwun
matur tengkiu do’anya..
Insya Allah akan segera mulai menulis lagi, setelah ampir 2 bulan ini nggak sempet nambahin artikel. Lagi banyak asyik ngulik hardware nih.. biar komputer di optik saya bisa pake dua monitor sekaligus, satu untuk monitor utama, satu lagi untuk display optotip buat pemeriksaan refraksi mata. Kalo pengin tahu, silahkan lihat di:
http://www.facebook.com/photo.php?pid=30449783&id=1055500482&ref=mf
menurut saya forum ini bagus banget ya untuk orang yang awam sekali dengan kacamata.saya pengguna kacamata juga, awalya saya juga kurang mengerti dengan kacamata, ya macam2 lensa atau yang berhubungan dengan kacamata.
keetulan saya pemakai kacamata juga.saya mau tanya nih,pa betul jika tidak sering di pakai kacamata,kelainan mata bisa bertambah parah?trus pa betul miren yang sering saya alami disebabkan karena kelainan pada mata saya ?terimakasih
maaf, telat ngerespon.. agak jarang onlen gara2 asyik ngurusin proyek mbikin optotip dengan lcd monitor..
Sebenarnya, kacamata (dengan lensa berukuran) lebih ditujukan untuk mengkoreksi kelainan refraksi yang menjadi penyebab ketidaknormalan tajam penglihatan. Jadi, menurut saya, rumor bahwa kacamata yang sering tidak dipakai dapat menyebabkan kelainan refraksi bertambah parah, masih diragukan kebenarannya. Saya sendiri juga belum pernah menemukan referensi yang dapat mendukung kebenaran rumor tersebut.
Soal miren (benar maksudnya migren?), kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dengan benar juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Jadi, bukan satu2nya penyebab.
Terima kasih dah berkunjung…
Terima kasih atas tulisannya Mas Wahyu semoga kita bisa sharing Ilmu tentang peroptikan, saya sementara ngisi tentang Produk terkini dari lensa-lensa didunia Optik, Sukses selalu untuk Mas Wahyu.
Terima kasih atas maklumat menarik
sangat menarik dan jelas dengan ilustrasinya. klo orang indonesia rata2 ukuran berapa ya pak?
wah.. sulit mengambil rata2nya Mas.. sangat tergantung pada bentuk dan anatomi wajah
Wah bagus ni infonya menarik….. ohya sy adalah pengrajin kacamata dari bahan kayu. anda bisa lihat di display ini Wooden Frame Glasses.
saya sih pengennya kerjasama…dan mudah2an bisa kerjasama dengan baik.