PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
Web Hosting
Home > Kelainan Penglihatan > Mata Cylindris, Ternyata Ada Beberapa Jenis

Mata Cylindris, Ternyata Ada Beberapa Jenis

Setelah melihat ulang artikel ini, saya baru ingat kalau punya hutang tulisan tentang jenis - jenis astigmatisme. Oke, saya lunasi sekarang..

Secara garis besar, ada 2 jenis astigmatisme, yaitu astigmatisme regular dan astigmatisme irregular.

Astigmatisme regular.
Astigmatisme dikategorikan regular jika meredian - meredian utamanya (meredian di mana terdapat daya bias terkuat dan terlemah di sistem optis bolamata), mempunyai arah yang saling tegak lurus. Misalnya, jika daya bias terkuat berada pada meredian 90°, maka daya bias terlemahnya berada pada meredian 180°, jika daya bias terkuat berada pada meredian 45°, maka daya bias terlemah berada pada meredian 135°. Astigmatisme jenis ini, jika mendapat koreksi lensa cylindris yang tepat, akan bisa menghasilkan tajam penglihatan normal. Tentunya jika tidak disertai dengan adanya kelainan penglihatan yang lain.
Bila ditinjau dari letak daya bias terkuatnya, bentuk astigmatisme regular ini dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

  1. Astigmatisme With The Rule.
    Jika meredian vertikal memiliki daya bias lebih kuat dari pada meredian horisontal. Astigmatisme ini dikoreksi dengan Cyl - pada axis vertikal atau Cyl + pada axis horisontal.
  2. Astigmatisme Against The Rule.
    Jika meredian horisontal memiliki daya bias lebih kuat dari pada meredian vertikal. Astigmatisme ini dikoreksi dengan Cyl - pada axis horisontal atau dengan Cyl + pada axis vertikal.

Sedangkan menurut letak fokusnya terhadap retina, astigmatisme regular dibedakan dalam 5 jenis, yaitu :
Kesepakatan: untuk menyederhanakan penjelasan, titik fokus dari daya bias terkuat akan disebut titik A, sedang titik fokus dari daya bias terlemah akan disebut titik B.

  1. Astigmatismus Myopicus Simplex.
    Astigmatisme jenis ini, titik A berada di depan retina, sedangkan titik B berada tepat pada retina. Pola ukuran lensa koreksi astigmatisme jenis ini adalah Sph 0,00 Cyl -Y atau Sph -X Cyl +Y di mana X dan Y memiliki angka yang sama.
    ams
  2. Astigmatismus Hypermetropicus Simplex.
    Astigmatisme jenis ini, titik A berada tepat pada retina, sedangkan titik B berada di belakang retina. Pola ukuran lensa koreksi astigmatisme jenis ini adalah Sph 0,00 Cyl +Y atau Sph +X Cyl -Y di mana X dan Y memiliki angka yang sama.
    ahs
  3. Astigmatismus Myopicus Compositus.
    Astigmatisme jenis ini, titik A berada di depan retina, sedangkan titik B berada di antara titik A dan retina. Pola ukuran lensa koreksi astigmatisme jenis ini adalah Sph -X Cyl -Y.
    amc
  4. Astigmatismus Hypermetropicus Compositus.
    Astigmatisme jenis ini, titik B berada di belakang retina, sedangkan titik A berada di antara titik B dan retina. Pola ukuran lensa koreksi astigmatisme jenis ini adalah Sph +X Cyl +Y.
    ahc
  5. Astigmatismus Mixtus.
    Astigmatisme jenis ini, titik A berada di depan retina, sedangkan titik B berada di belakang retina. Pola ukuran lensa koreksi astigmatisme jenis ini adalah Sph +X Cyl -Y, atau Sph -X Cyl +Y, di mana ukuran tersebut tidak dapat ditransposisi hingga nilai X menjadi nol, atau notasi X dan Y menjadi sama - sama + atau -.
    amx

Jika ditinjau dari arah axis lensa koreksinya, astigmatisme regular ini juga dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Astigmatisme Simetris.
    Astigmatisme ini, kedua bolamata memiliki meredian utama yang deviasinya simetris terhadap garis medial. Ciri yang mudah dikenali adalah axis cylindris mata kanan dan kiri yang bila dijumlahkan akan bernilai 180° (toleransi sampai 15°), misalnya kanan Cyl -0,50X45° dan kiri Cyl -0,75X135°.
  2. Astigmatisme Asimetris.
    Jenis astigmatisme ini meredian utama kedua bolamatanya tidak memiliki hubungan yang simetris terhadap garis medial. Contohnya, kanan Cyl -0,50X45° dan kiri Cyl -0,75X100°.
  3. Astigmatisme Oblique.
    Adalah astigmatisme yang meredian utama kedua bolamatanya cenderung searah dan sama - sama memiliki deviasi lebih dari 20° terhadap meredian horisontal atau vertikal. Misalnya, kanan Cyl -0,50X55° dan kiri Cyl -0,75X55°.

Astigmatisme Irregular.
Bentuk astigmatisme ini, meredian - meredian utama bolamatanya tidak saling tegak lurus. Astigmatisme yang demikian bisa disebabkan oleh ketidakberaturan kontur permukaan kornea atau pun lensa mata, juga bisa disebabkan oleh adanya kekeruhan tidak merata pada bagian dalam bolamata atau pun lensa mata (misalnya pada kasus katarak stadium awal). Astigmatisme jenis ini sulit untuk dikoreksi dengan lensa kacamata atau lensa kontak lunak (softlens). Meskipun bisa, biasanya tidak akan memberikan hasil akhir yang setara dengan tajam penglihatan normal.
Jika astigmatisme irregular ini hanya disebabkan oleh ketidakberaturan kontur permukaan kornea, peluang untuk dapat dikoreksi dengan optimal masih cukup besar, yaitu dengan pemakaian lensa kontak kaku (hard contact lens) atau dengan tindakan operasi (LASIK, keratotomy).

Oh ya, berdasarkan faktor penyebabnya, astigmatisme juga dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Astigmatisme kornea.
    Astigmatisme ini disebabkan oleh kelengkungan permukaan kornea yang tidak spherical (seperti lengkung bola), jadi bisa dikatakan peyang.
  2. Astigmatisme internal.
    Astigmatisme ini disebabkan oleh adanya ketidaksamaan daya bias pada semua meredian di internal bolamata, baik pada lensa mata maupun pada badan kaca (vitreus humor).
  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

  1. supriyanto
    October 16th, 2008 at 21:54 | #1

    bagaimana caranya kita mengetahui apakah seseorang menderita astigmat regular / irreguler?

  2. October 17th, 2008 at 14:28 | #2

    jika astigmatisme-nya merupakan astigmat kornea, maka akan dapat diketahui dengan keratometri maupun aberometri (wavefront), tapi jika merupakan astigmat internal, saya belum pernah membaca referensi mengenai yang ini.. maaf.

  3. supriyanto
    November 1st, 2008 at 10:35 | #3

    apakah derajat axis cylinder mata manusia bisa berubah seiring dengan usianya? apakah axis cylinder mata kiri & kanan selalu hampir sama tiap2 orang?

  4. November 1st, 2008 at 15:18 | #4

    kemungkinan berubah bisa saja terjadi, tapi bukan disebabkan oleh faktor usia..
    tidak selalu.. silahkan lihat lagi penjelasan pada astigmat simetris dan asimetris..

  5. supriyanto
    November 5th, 2008 at 20:33 | #5

    base curve untuk orang normal berapa Pak? lebih gede base curve 8,6 atau 8,7? bagaimana nentuin berapa besar base curve lensa kontak yang cocok untuk pemakai soft lens?

  6. November 8th, 2008 at 10:59 | #6

    sebenarnya tidak bisa ditentukan secara general Mas Pri.. penentuan BC yang akurat ya dengan menggunakan keratometer.
    Soal lebih gede yang mana, jelas lebih gede yang 8,7 dong.. tapi saya lebih suka mengatakan lebih flat/rata yang 8,7.. :-)

  7. supriyanto
    November 17th, 2008 at 07:32 | #7

    Pak, jika menggunakan teknik fogging dalam pemeriksaan astigmat, bagaimana cara terbaik untuk membuat pasien dapat membedakan garis mana yg paling jelas di kipas astigmat? sebab saya sudah menambahkan S + 3.00, kemudian saya kurangi menjadi S + 2.50, bahkan terakhir menjadi S +2.00 tetapi pasien tetap tidak dapat membedakan garis mana yang paling jelas.. dan apa yang kita lakukan jika garis paling jelas yang dilihat itu lebih dari satu?

  8. November 17th, 2008 at 13:18 | #8

    Kalau pasien memang bener2 menderita astigmatisme (regular), pasti ia tidak akan bisa melihat semua arah garis2 clockdial dengan ketajaman yang sama. Makin tinggi astigmatisme-nya, perbedaannya akan semakin kontras.

    Lebih dari satu? ya ambil averagenya lah..

  9. supriyanto
    November 17th, 2008 at 20:59 | #9

    Jika dia menderita astigmatisme reguler, bagaimana menentukan axisnya dengan metode fogging?

  10. November 18th, 2008 at 14:17 | #10

    Monggo baca lebih teliti beberapa diskusi di artikel ini

  11. December 3rd, 2009 at 06:57 | #11

    Untuk penderita cylindris, mengapa pemakaian contact lens tidak senyaman penggunaan kaca mata (cenderung buram) ?

  12. December 3rd, 2009 at 12:52 | #12

    jika softlens yang dipakai adalah softlens torik (berukuran cylindris juga) yang ukurannya sesuai dengan hasil pemeriksaan refraksinya, kemungkinannya adalah posisi fitting yang tidak tepat (aksis cylindrisnya, longgar, atau malah ketat)

  13. puspo
    December 23rd, 2009 at 01:35 | #13

    1. astigmat ireguler yg terjadi pd kornea peluang untuk di koreksi scr optimal ckp bsr, b’rti ad kemungkinan tidak dpt dikoreksi scr optimal pak?faktor ap yg menyebabkn?
    2.klo terjadi pd lensa gmn penanganan/koreksinya?
    3.ada perbedaan desain softlen g pak untuk astigmat reguler pd kornea dgn yang terjadi pd lensa?
    4.bs g pak penderita astigmat tinggi pke softlens dgn koreksi/ukuran penuh meski kanan kiri perbeaannya ckp tggi?

    terimaksh

  14. December 23rd, 2009 at 11:43 | #14

    1. Faktor topografi irregularitas kornea dan faktor ketebalan kornea. Irregularitas yang variasinya besar membuat air mata tidak bisa optimal mengisi celah antara lensa kontak dengan kornea. Air mata itulah yang sebenarnya membantu koreksi astigmatnya. Ketebalan kornea berpengaruh pada tindakan LASIK yang akan dilakukan, karena LASIK maupun corneal surgery yang lain sangat mempertimbangkan faktor ini.

    2. Sependek(OyiTM) yang saya tahu, belum ada metode yang tepat untuk kasus ini.

    3. Tidak

    4. Bisa. Inilah salah satu keunggulan lensa kontak dibanding kacamata. Pembahasan yang agak panjang soal ini sedang dalam proses penyelesaian. Prioritasnya masih saya kalahkan untuk menyelesaikan software administrasi optikal. Tunggu aja di situs ini ya..

    Sama-sama..

  15. indra
    May 22nd, 2011 at 14:29 | #15

    Ayah saya umur 80 thn. kalau melihat hanya dengan satu mata (mata kiri saja atau mata kanan saja) jelas tidak berbayang. tapi kalau melihat dengan 2 mata ,benda yang terlihat dobel (rangkap) atas bawah. hal ini baru dialami sejak 2 bulan yang lalu. semula diduga karena katarak, tapi setelah operasi, penglihatan dobel atas bawah masih dialami

    Apakah penglihatan ayah saya bisa dikoreksi dengan kacamata? dimana saya bisa memesan lensa kacamata yang bisa mengkoreksi penglihatan ayah saya?

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak ya..

  16. May 22nd, 2011 at 15:29 | #16

    Gejala diplopia (obyek yang dilihat nampak ganda) sering dialami oleh orang yang mengalami gangguan keseimbangan otot2 penggerak bolamata. Kemungkinan untuk dikoreksi dengan kacamata berlensa prisma, masih ada. Namun, untuk memastikannya, memerlukan pemeriksaan penglihatan binokular secara teliti. Pemeriksaan bisa dilakukan di optik yang memiliki Refraksinis Optisien (ahli pemeriksaan refraksi mata dan perkacamataan) yang cakap di bidang pemeriksaan penglihatan binokular, atau pun di klinik spesialis mata.

    sama - sama..

  17. June 24th, 2012 at 22:00 | #17

    Pak.. Mau tanya, cara tahu pasien termasuk dalam tipe astigmat yang mana (berdasarkan letak titik fokus pada retina) itu berdasarkan pemeriksaan apa ya? maksudnya, kok bisa tahu pasien itu astigmat myop simpleks, atau astigmat miktus, bagaimana caranya? pemeriksaan apa yang bisa menegakkan diagnosis tersebut?

    terimakasi banyak sebelumnya..

  18. August 20th, 2012 at 05:39 | #18

    @aden
    Dengan pemeriksaan refraksi matanya.. Refraksionis Optisien yang cakap akan mampu mengenali apakah itu myopia simplex atau yang lainnya, berdasarkan ukuran lensa koreksi yang didapat dari pemeriksaan refraksi

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.