PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
pusat softlens
Home > Lensa Kontak > Kurang Benar Pilih Softlens Yang Paling Besar

Kurang Benar Pilih Softlens Yang Paling Besar

Belakangan ini, ketika klinong-klinong (jalan-jalan) di jagat internet untuk mengintip-intip pasaran softlens di kancah penjualan [secara]online, sering kali saya menemukan iklan/penawaran yang berkesan mengunggulkan produk softlens tertentu yang memiliki diameter terbesar dari yang sudah ada. Menurut saya, iklan seperti itu akan menyesatkan para pemakai softlens yang kurang memahami tujuan adanya spesifikasi softlens yang berbeda-beda.

Sebagaimana postur tubuh orang yang berbeda-beda, ukuran organ-organ tubuh antara satu orang dengan yang lainnya tentu juga banyak yang tidak sama. Jangankan dengan orang lain, pada orang yang sama pun kadang ketidaksamaan tersebut juga bisa terjadi. Demikian juga halnya dengan mata. Ukuran diameter kornea, tempat di mana softlens ditempelkan, tiap-tiap orang bisa tidak sama. Karena anatomi kornea ini bentuknya sedikit menggunung/menonjol dari bola mata, maka tentunya akan memiliki kurvatur/kelengkungan yang lebih kecil dari pada kelengkungan bola mata. Berhubung BC (base curve, kelengkungan dasar) softlens pada umumnya didesain dengan merujuk pada kurvatur kornea, maka jika ukuran diameter softlens terlalu melebihi diameter kornea, bagian keliling lingkaran softlens akan lebih banyak menempel di sklera (bagian mata yang nampak berwarna putih), jauh di pinggir kornea, sehingga kedudukannya akan lebih ketat/erat dari yang seharusnya.
gambaran bentuk kornea
Softlens yang kedudukannya terlalu ketat/erat, selain menimbulkan ketidaknyamanan juga dapat mengganggu sirkulasi air mata di antara softlens dan kornea. Kotoran/debris yang terjebak di antara kornea dan softlens akan tidak dapat terbilas. Bahkan bisa membuat kornea kekurangan oksigen.

Karena alasan itulah pemilihan ukuran diameter softlens yang akan dipakai seharusnya juga memperhitungkan ukuran diameter kornea. Pengukuran diameter kornea sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan mengukur diameter penampakan arah horisontal dari lingkaran iris (horisontal visible iris diameter). Cukup dengan mistar berskala milimeter.
mengukur diameter kornea
Diameter softlens yang direkomendasikan adalah dari hasil pengukuran tersebut ditambah 2mm. Jadi, memilih softlens semata-mata dengan alasan diamaternya paling besar adalah hal yang tidak benar.

  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

  1. Tiana
    September 20th, 2010 at 22:32 | #1

    Mas, informatif banget artikelnya,pas banget saya baru nemu ada softlens yg diameternya 16mm (kepikiran kornea n sklera2nya ketutup softlens ;p)
    hasil pengukuran saya +-13mm,terus saya liat2 kayanya diametersoftlens 15mm jarang mas,
    jadi enaknya pake yg lebih besar apa lebih kecil diameternya?
    makasih mas..

  2. September 21st, 2010 at 10:45 | #2

    Setahu saya, ada merek Geo yang katanya (saya belum pernah pegang atau membaca sendiri spesifikasinya) berdiameter 14,8. Pakai yang 14,5 (yang saya tahu, A+ atau X2) masih relatif aman jika BC-nya tidak jauh lebih besar dari lengkung kornea anda. Baca2 artikel yang ini akan memberi informasi yang lebih lengkap mengenai pemilihan softlens untuk anda.

  3. October 6th, 2011 at 12:15 | #3

    BRO BAGUS BAGUS ARTIKELNYA… jangan lupa singgah ke blog saya ya… sharing optikal… hehehe.. salam kenal.

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.

View in: Mobile | Standard