PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
Web Hosting
Home > Kacamata > Kacamata pun Perlu Fitting

Kacamata pun Perlu Fitting

Mungkin selama ini yang umum diketahui hanya urusan pesan baju/pakaian ke modiste atau desainer yang sering menggunakan istilah fitting. Eits.. kita bukan ngomongin soal lampu listrik lho ya. 🙂 Yak.. benar.. kita mau ngomongin soal pengepasan. Jadi, agar kacamata dapat nyaman dan berfungsi optimal saat dipakai, ia juga butuh fitting yang baik.
Ini adalah bagian – bagian bingkai/frame kacamata yang biasa disetel dalam proses fitting :
bagian - bagian frame
Sebelum bingkai kacamata dicobakan kepada calon pemakai, seyogyanya dilakukan penyetelan standar terlebih dahulu. Penyetelan standar ini meliputi:
1. Penyetelan kesejajaran bingkai.

  • Empat titik sentuh pada bidang rata.
    Pada saat bingkai kacamata diletakkan pada permukaan yang rata (betul – betul rata) dengan semua tangkai dalam posisi terbuka penuh, harus ada empat titik yang menyentuh permukaan bidang rata tersebut. Lihat ilustrasi ini:
    cek frame sejajar
  • Empat titik sentuh di bagian belakang rim.
    Ini adalah penyetelan untuk menyeragamkan jarak kedua lensa kacamata ke bola mata. Pengecekan dilakukan dengan menggunakan sebatang mistar yang ditempatkan di belakang rim dengan posisi seperti ilustrasi ini:
    cek frame sejajar
    Jika PD pemakai sama dengan PD bingkai kacamata, maka penyetelan mestinya menghasilkan 4 titik sentuh di bagian belakang rim seperti pada ilustrasi di atas. Empat titik sentuh itu tidak berlaku jika PD pemakai tidak sama dengan PD bingkai kacamata (umumnya PD pemakai < PD frame/bingkai kacamata), namun, celah antara rim di titik – titik 2 dan 3 ke tepi mistar harus sama. Lihat ilustrasi yang ini:
    cek frame sejajar
  • X-ing atau puntiran.
    Disebut x-ing karena posisi rim kanan dan rim kiri saling terpuntir pada bridge (jembatan yang menghubungkan rim kiri dan kanan) sehingga jika bingkai kacamata dilihat dari samping, kedua rim tersebut seolah – olah membentuk huruf X, seperti ilustrasi ini:
    cek frame sejajar
    Keadaan tersebut harus dibetulkan dengan menyetel agar kedua rim tersebut tidak lagi nampak membentuk huruf X.
  • Kesimetrisan bentuk.
    cek frame simetris

2. Penyetelan sudut bukaan tangkai (shank).
Bukaan tangkai kacamata disetel membentuk sudut 90° – 95° terhadap garis maya horisontal yang ditarik antara endpiece kanan ke endpiece kiri.
cek frame simetris

3. Penyetelan sudut formface.
Sudut formface atau disebut juga sudut liputan wajah adalah sudut yang terbentuk oleh kedudukan rim pada arah horisontal terhadap garis maya horisontal yang ditarik antara endpice kanan ke endpice kiri. Sudut yang besarnya berkisar antara 0° s/d 4° ini harus sama pada rim kanan maupun rim kiri.
atur formface

4. Penyetelan awal pada bantalan hidung (nosepad).
Kebanyakan bingkai kacamata yang berbahan sintetis mempunyai nosepad permanen yang sangat sulit (nyaris tidak bisa) untuk disetel, jadi, penyetelan ini lebih ditujukan untuk jenis bingkai kacamata yang memiliki adjustable nosepad. Ciri – ciri nosepad yang dapat disetel adalah memiliki tangkai nosepad (guard arm). Penyetelan awal ini bertujuan agar bidang rata/permukaan nosepad dapat duduk rata (ngeplek) pada permukaan hidung pemakai. Untuk ini, dilakukan 3 langkah penyetelan dengan cara merubah – rubah tekukan guard arm, yaitu:

  • Menyetel sudut depan (front angle).
    sudut depan nosepad
  • Menyetel sudut vertikal (vertical angle).
    sudut vertikal nosepad
  • Menyetel sudut splay (splay angle).
    sudut splay nosepad

Setelah proses dispensing (pemasangan lensa pada bingkai kacamata), perlu dilakukan cek ulang terutama mengenai kesejajaran dan kesimetrisan bentuk bingkai karena ada kemungkinan terjadi perubahan setelan pada saat proses dispensing. Banyak praktisi yang melakukan penyetelan standar hanya pada saat sesudah proses dispensing, tapi ini akan dapat menimbulkan beberapa masalah, terutama untuk kacamata dengan lensa berdioptri tinggi, lensa bifokal maupun lensa multifokus (progresif).


Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

Categories: Kacamata Tags:
  1. Supriyanto
    July 7th, 2008 at 22:42 | #1

    wow…artikel yang sangat sangat bagus sekali…boleh tanya gimana cara keluarin lensa dari frame nylon gak?makasih banyak sebelumnya ya…

  2. July 8th, 2008 at 10:03 | #2

    Mas Supriyanto..
    Yang njenengan maksud frame plastik (orang optik biasa nyebut frame seluloid) ya? Untuk melepas lensanya, biasanya dengan memanasi (dengan memanggang atau dimasukkan ke air panas sebentar) hingga frame menjadi sedikit lunak (jangan sampai rusak/terbakar) sehingga rim-nya bisa mengembang, baru lensa dikeluarkan dengan tangan. Hati – hati sama panasnya ya.. 🙂
    Trim’s dah berkunjung ke sini..

  3. Supriyanto
    July 9th, 2008 at 20:52 | #3

    hehe, bukan, tapi frame yang bagian bawahnya itu nylon buat memegang lensa kecamata..

  4. July 10th, 2008 at 09:59 | #4

    Woohh.. yang dimangsud itu tho.. 🙂 maap..
    Kalau tali nylonnya tidak terlalu tegang, saya biasanya cukup memakai kuku ibu jari yang diselipkan di antara tali nylon dan lensanya, terus diungkit sambil diurut/digeser sepanjang tali tersebut untuk mengeluarkannya dari alur tali di lensanya. Kalau talinya terlalu tegang, terpaksa memakai obeng minus berukuran kecil untuk mengungkit dan mengurut tali tersebut. Setelah tali keluar dari alurnya, baru lensanya bisa dilepas.

  5. Supriyanto
    July 10th, 2008 at 13:37 | #5

    oh begitu ya, makasih banyak yo…

  6. supriyanto
    July 24th, 2008 at 22:46 | #6

    neh mau tanya lagi, kalo cungkilnya pake obeng minus, emang bisa, tapi nylonnya jadi ada bekas cungkilan n jadi jelek walaupun dicungkil pelan2..apa ada teknik lain? ada yang ngajarin dengan cara dorong endpiecenya keluar, tetapi malah membuat lensa menjadi retak sedikit..makasih ya..

  7. July 25th, 2008 at 09:53 | #7

    Waduh.. maaf mas Pri.. saya nggak tau cara lain jhe.. saya lebih sering berusaha menggunakan kuku ibu jari sih.. coba, kalo pake obeng minus, nyelipkannya di daerah sambungan nylon dengan rimnya trus ungkit sedikit dan masukin senar kecil ke celahnya.. tarik ujung senar sampai cukup panjang untuk ditekuk dan digunakan untuk menarik nylonnya keluar dari alur lensa..

  8. abdul harris
    December 18th, 2008 at 11:58 | #8

    bagimana cara mendapatkan frame tersebut diatas yang sesuai dengan gambar tersebut

You must be logged in to post a comment.