PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
pusat softlens
Home > Lensa Kontak > Diameter Softlens Yang Berbeda-beda Apa Pengaruhnya?

Diameter Softlens Yang Berbeda-beda Apa Pengaruhnya?

Sudah beberapa kali ada pengunjung optik saya yang menanyakan softlens yang berdiameter lebih besar dari yang sudah mereka pakai. Mereka beranggapan, dengan soflen yang diameternya lebih besar akan mendapatkan tampilan iris mata yang lebih besar dari sebelumnya. Benarkah begitu? Ooo… tiidaaakk.. (jadi inget iklan salah satu merek bumbu masak pada jaman dulu). Coba perhatikan ilustrasi di bawah ini:
gambar iris pada softlens
Di ilustrasi soflen yang sebelah kiri mempunyai gambar iris yang berdiameter lebih besar dari pada soflen yang kanan, meskipun soflen yang sebelah kiri tersebut diameternya lebih kecil dari pada yang kanan. Jadi jelas kan bahwa yang membuat lingkaran iris di mata bisa nampak lebih besar dari aslinya adalah diameter gambar iris pada soflen, bukan diameter soflennya. Lalu, apa sebenarnya pengaruh dari diameter soflen yang berbeda-beda itu? Pembuatan soflen dengan diameter yang berbeda-beda, sejatinya ditujukan untuk memberi ruang pilih atas kondisi pemasangan soflen yang bisa berbeda-beda pada tiap-tiap orang. Maksudnya begini, soflen yang terpasang dalam kondisi ideal (tidak longgar atau ketat) di mata seseorang, bisa jadi akan terpasang dalam kondisi longgar di mata orang lain, atau malah bisa juga terpasang dalam kondisi ketat di mata orang yang lainnya lagi. Kondisi fitting/pemasangan soflen yang berbeda-beda itu karena dipengaruhi oleh ketidaksamaan kontur kelengkungan kornea, bolamata, dan juga produksi airmata pada tiap-tiap orang.

Untuk mendapatkan softlens yang bisa fit secara ideal pada mata, sebenarnya ada 3 parameter yang akan memberi ruang pilih kepada calon pemakai softlens, yaitu Base Curve, kadar air, dan diameter. Nilai ketiga parameter itu biasanya bisa dilihat di kotak kemasan soflen.
petunjuk parameter softlens
Base Curve merupakan parameter yang menunjukkan kelengkungan dasar dari soflen, umumnya dalam satuan milimeter. Semakin kecil nilai BCnya, fitting soflen akan semakin ketat. Namun sayangnya, pilihan Base Curve soflen yang beredar (terutama di Indonesia) saat ini sudah sangat terbatas atau mungkin bisa dibilang tidak ada. Kebanyakan hanya menyediakan BC 8,6mm saja. Kadar air pada soflen ditunjukkan dalam prosentase. Pengaruh kadar air dalam fitting soflen sudah kita bahas di artikel yang ini. Diameter soflen yang pada umumnya dibuat lebih besar dari pada diameter kornea juga ditunjukkan dalam satuan milimeter. Berbeda dengan Base Curve, diameter soflen yang lebih kecil akan membuat kondisi fitting yang lebih longgar (tentunya jika parameter yang lainnya sama). Kenapa bisa terbalik begitu? Ilustrasi berikut ini akan membantu menjelaskan.
pengaruh diameter soflen
Jika dilihat dengan seksama, bentuk kornea mata sebenarnya lebih menonjol atau menggunung dibanding area sekitarnya. Oleh karena bentuk kornea yang seperti inilah maka soflen bisa terpasang dan tidak mudah lepas/bergeser. Meski begitu, soflen disebut terpasang dalam kondisi ideal jika masih mampu sedikit bergeser (terjadi pada saat mata berkedip) untuk membuat lapisan airmata yang berada di antara kornea dan soflen sedikit “terpompa” keluar dan diganti oleh lapisan airmata baru. Pergantian lapisan airmata ini sangat diperlukan untuk membantu suplai oksigen ke kornea. Di samping itu juga berguna untuk proses pembersihan kornea dari debris/kotoran yang terjebak di antara kornea dan soflen. Bentuk kornea yang lebih menonjol ini juga membuat keliling lingkaran soflen yang terlalu besar diamternya menjadi terletak lebih dekat/mepet ke sklera (area di sekitar kornea). Soflen pun menjadi terpasang dalam keadaan lebih ketat/seret dan bisa menghambat pertukaran lapisan airmata.

Jadi, memilih soflen secara benar mestinya bukan hanya didasari oleh sekedar kesukaan terhadap pola warnanya saja atau juga karena harganya yang lebih murah. Salah pilih bisa berakibat sangat merugikan terhadap kesehatan bolamata, khususnya kornea.

  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

Categories: Lensa Kontak Tags:
  1. imung
    October 20th, 2009 at 19:44 | #1

    Numpang tanya, mas We Zoen, Saya pakai softlens kadar air 38%, BC 8,6, diameter 14,5 lalu diganti ke softlens kadar air 50%, BC 8,6, diameter 14,0; apakah akan ada pengaruhnya ke masalah kenyamanan pandangan ? Apakah softlennya akan mudah bergeser ? Terima kasih atas jawabannya.

  2. October 21st, 2009 at 11:53 | #2

    Jika melihat soflens penggantinya yang mempunyai kadar air yang lebih tinggi, kemungkinannya tidak. Kecuali kadar air dan BCnya sama persis, pengecilan diameter akan membuat soflens terpasang lebih longgar dari sebelumnya. Untuk penilaian yang lebih akurat sebenarnya membutuhkan observasi terhadap gerakan softlens yang terjadi sesaat sesudah dipakai berkedip.

  3. echi
    October 29th, 2009 at 23:48 | #3

    duh,….baca-baca aritikel disini kok kayanya ahli banget dalam dunia kaca mata dan softlense. bahkan lebih baik dari penjelasan yang saya dapatkan dari dokter mata. jadi penasaran, optiknya ada dimana yaa? pengen konsul karna saya mau make softlense, tapi masih ragu. karena dulu pernah pake tapi sering iritasi.

  4. indri
    November 12th, 2009 at 10:21 | #4

    mas We Zoen, saya mau nanya niy..
    saya pengen banget pake softlens, tapi masih ragu2,,
    soalnya mata saya masih dibilang normal, kiri 0,25 kanan normal,,
    kalo saya pake softlens yang gak ada minusnya gapapa ya?
    trus, gimana caranya saya tau kalo softlens itu terbalik (antara atas dan bawah)?
    oia, kalo saya boleh minta email untuk sekedar sharing boleh gak? :)
    terima kasih ya mas We Zoen, mohon jawabannya,, :)

  5. November 12th, 2009 at 17:55 | #5

    pakai soflen karena alasan kosmetik boleh saja, asal mematuhi aturan pakai dan perawatannya.. tapi (ini opini pribadi) lebih baik nggak pakai kalau nggak butuh (bukan ingin lho ya.. :-) )..
    tanda soflen kebalik? pinggirnya kelihatan sedikit melengkung ke luar.. bisa juga dengan memperhatikan warnanya, warna yang lebih tegas/detail posisikan di luar (yang ini yang benernya)..
    alamat imel? lihat yang di FB aja ya.. tapi kalok tanya2 soal yang berkaitan dengan kacamata atau lensa kontak, mendingan di bagian komentar dari artikel yang berkaitan saja lah.. lebih semangat nanggepinnya.. :-) kalok terpaksanya nggak nemu artikel yang berkaitan, boleh lah tulis di halaman kontak..

  6. helga
    May 19th, 2010 at 13:48 | #6

    wah,,menarik sekali ulasannya mas..boleh donk kapan” saya mampir ke optiknya..
    saya dulu sempet pake softlens,,pertama kali pake nyaman sekali..yang kedua kok agak aneh terus saya ganti lagi..eh yang ketiga ini malah semakin aneh rasanya di mata..uda ada 4 bulan gak pake,,sekarang pingin pake lagi tapi takut gak sesuai sama mata..gimana y enaknya mas?
    masalahnya sebelumnya saya gak memperhatikan bc ataupun kadar airnya..baru donk habis baca artikel ini..hohoho..ternyataaa…. ^^

  7. May 19th, 2010 at 16:21 | #7

    @helga
    silahkan jika akan mampir.. saya selalu standby di optik kok
    kalau masih ingat dengan data spesifikasi softlens yang nyaman dipakai dulu, tinggal cari yang spesifikasinya sama persis..

  8. tika
    March 3rd, 2012 at 21:18 | #8

    mas mau tanya.. dulu saya pernah nyoba pake softlens, tapi pas dipake di mata sbelah kiri merosot trus.. apa karena diameternya terlalu besar??? skarang mau make lagi soalnya..

  9. March 7th, 2012 at 17:09 | #9

    kemungkinan besar, iya..
    kalau tidak menemukan yang diameternya lebih kecil, coba dengan yang BC-nya lebih kecil, atau yang kadar airnya lebih tinggi..

  10. March 30th, 2012 at 21:54 | #10

    mas mau nanya, obat tetes mata buat soflens sama obat untuk membersihkan soflens sama gak ?

  11. March 31st, 2012 at 15:30 | #11

    mas mau tanya dong kalau mata yang kadar air nya sedang
    lebih cocok pakai softlens yg kadar air dan BC nya berapa yah?
    maaf sebelumnya saya kurang ngerti sama maksud BC nya .__.
    kalau pakai kadar air 52% dan b.c: 8.80 kira2 mudah longgar / enggak yah?
    :)

  12. March 31st, 2012 at 19:27 | #12

    @Maryam
    Sebenarnya, saya lebih suka untuk tidak menyebutnya “obat”, karena khawatir rancu dengan obat tetes mata. Tapi yang jelas, keduanya tidak sama. Saya kurang paham, yang anda maksud “obat untuk membersihkan softlens” tersebut adalah “khusus untuk membersihkan” atau “multipurpose”. Jika multipurpose (seperti kebanyakan sekarang ini), bisa digunakan untuk (bukan obat) tetes, tapi jika bukan multipurpose (atau all ini one), tidak bisa untuk tetes.

  13. March 31st, 2012 at 19:48 | #13

    @juli
    Penentuan BC, diameter maupun kadar air softlens yang cocok dengan seseorang, memerlukan observasi/pemeriksaan langsung ke calon pemakai softlens-nya mBak.. misalnya untuk penentuan BC (base curve), harus diketahui lebih dulu mengenai kurva korneanya. Jadi, saya baru bisa menjawab pertanyaan anda setelah saya mendapat informasi ukuran kurva kornea, hasil test schirmer (tes jumlah air mata), maupun diameter kornea anda..

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.

View in: Mobile | Standard