Sepertinya tidak ada penderita myopia atau pemakai kacamata minus yang tidak ingin minusnya tidak bertambah terus, syukur-syukur bisa turun, atau bahkan sembuh total tidak perlu kacamata lagi. Bagi penderita myopia kategori sedang maupun berat (> -3,00), berharap agar minusnya bisa menurun drastis atau sembuh adalah hal yang tidak mudah terpenuhi. Read more…
Semakin bertambahnya pelaku usaha yang memasuki ranah optikal, ternyata belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga ahli yang memiliki pengetahuan memadai di bidang refraksi optisi. Ini menyebabkan masih adanya beberapa (baca: banyak) optik yang menggunakan optotip atau snellen chart yang dibuat secara asal-asalan. Read more…
Basa-basi sessi 1:
Sejak sebelum mengetikkan kalimat pertama artikeli ini, saya sudah merencanakan judul seperti ini: “Fisiologi Mata Yang Mendasari Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan”. Maunya berkesan ilmiah dan nampak intelek. Tapi setelah selesai dan bersiap untuk mempublishnya, saya jadi agak malu dan berpikir: “Memangnya saya intelek beneran? Read more…
Setelah melihat ulang artikel ini, saya baru ingat kalau punya hutang tulisan tentang jenis - jenis astigmatisme. Oke, saya lunasi sekarang..
Secara garis besar, ada 2 jenis astigmatisme, yaitu astigmatisme regular dan astigmatisme irregular. Read more…
Beberapa tahun silam, suatu produk barang atau jasa yang prosesnya diembel - embeli “dengan komputer”, oleh sebagian (sangat) besar masyarakat kita akan dipandang sangat canggih dan akurat. Begitu juga ketika embel - embel itu merasuki ranah refraksi optisi (gampangnya: per-optik-an), seringkali ada pasien yang membatalkan diri untuk periksa mata Read more…
Mata juling, kero.. demikian masyarakat umum menyebutnya. Strabismus adalah keadaan di mana garis pandang kedua bolamata tidak dapat searah tertuju ke satu titik obyek. Jadi, jika garis pandang salah satu mata dapat tepat ke satu titik obyek, garis pandang mata yang satunya lagi meleset dari titik obyek. Read more…
Di kalangan refraksionis (ahli pemeriksaan refraksi mata) dan kedokteran mata, dikenal dengan istilah uji visus dasar (visus = tajam penglihatan). Pada prinsipnya, uji visus ini adalah upaya untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang dan menilainya dengan dibandingkan penglihatan normal. Read more…
Presbiopia.
Kemampuan mata normal untuk dapat melihat obyek dekat dengan jelas adalah karena adanya suatu mekanisme akomodasi. Akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah fokus sehingga dapat melihat dengan jelas terhadap obyek dalam berbagai jarak yang berbeda – beda. Read more…
Astigmatism.
Adalah kondisi di mana sinar - sinar sejajar yang masuk ke bolamata, oleh media refrakta dibiaskan tidak sama pada setiap meredian, sehingga terjadi lebih dari satu titik fokus. Sebagaimana diketahui, pada mata emmetropia, myopia, dan hypermetropia, sinar² sejajar yang masuk ke bola mata, sama - sama dibiaskan menjadi satu titik fokus, hanya letaknya terhadap retina yang berbeda – beda. Read more…
Hipermetropia
Atau ada pula yang menyebutnya hiperopia, adalah kondisi di mana sinar - sinar sejajar yang masuk ke bolamata, dengan tanpa pengaruh akomodasi, titik fokusnya jatuh di belakang retina. Read more…
Infordinamika