Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Technorati button
Myspace button
Delicious button

Archive

Archive for the ‘Kelainan Penglihatan’ Category

Pengendalian Myopia, Berharap Minus Tak Bertambah Terus

September 12th, 2009 paknenisna 16 comments

Sepertinya tidak ada penderita myopia atau pemakai kacamata minus yang tidak ingin minusnya tidak bertambah terus, syukur-syukur bisa turun, atau bahkan sembuh total tidak perlu kacamata lagi. Bagi penderita myopia kategori sedang maupun berat (> -3,00), berharap agar minusnya bisa menurun drastis atau sembuh adalah hal yang tidak mudah terpenuhi. Read more…

Snellen Chart Dan Optotip Murahan Tidak Layak Diandalkan

June 19th, 2009 paknenisna No comments

Semakin bertambahnya pelaku usaha yang memasuki ranah optikal, ternyata belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga ahli yang memiliki pengetahuan memadai di bidang refraksi optisi. Ini menyebabkan masih adanya beberapa (baca: banyak) optik yang menggunakan optotip atau snellen chart yang dibuat secara asal-asalan. Read more…

Pemeriksaan Mata, Kok Bisa Diukur Hanya Dengan Huruf-huruf?

June 1st, 2009 paknenisna 3 comments

Basa-basi sessi 1:
Sejak sebelum mengetikkan kalimat pertama artikeli ini, saya sudah merencanakan judul seperti ini: “Fisiologi Mata Yang Mendasari Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan”. Maunya berkesan ilmiah dan nampak intelek. Tapi setelah selesai dan bersiap untuk mempublishnya, saya jadi agak malu dan berpikir: “Memangnya saya intelek beneran? Read more…

Mata Cylindris, Ternyata Ada Beberapa Jenis

October 10th, 2008 paknenisna 15 comments

Setelah melihat ulang artikel ini, saya baru ingat kalau punya hutang tulisan tentang jenis - jenis astigmatisme. Oke, saya lunasi sekarang..

Secara garis besar, ada 2 jenis astigmatisme, yaitu astigmatisme regular dan astigmatisme irregular. Read more…

Hasil Periksa Mata Dengan Komputer, Valid kah?

September 14th, 2008 paknenisna 14 comments

Beberapa tahun silam, suatu produk barang atau jasa yang prosesnya diembel - embeli “dengan komputer”, oleh sebagian (sangat) besar masyarakat kita akan dipandang sangat canggih dan akurat. Begitu juga ketika embel - embel itu merasuki ranah refraksi optisi (gampangnya: per-optik-an), seringkali ada pasien yang membatalkan diri untuk periksa mata Read more…

Strabismus, Pandangan Tak Bisa Lurus

September 12th, 2008 paknenisna 8 comments

Mata juling, kero.. demikian masyarakat umum menyebutnya. Strabismus adalah keadaan di mana garis pandang kedua bolamata tidak dapat searah tertuju ke satu titik obyek. Jadi, jika garis pandang salah satu mata dapat tepat ke satu titik obyek, garis pandang mata yang satunya lagi meleset dari titik obyek. Read more…

Menguji Ketajaman Penglihatan

June 30th, 2008 paknenisna 19 comments

Di kalangan refraksionis (ahli pemeriksaan refraksi mata) dan kedokteran mata, dikenal dengan istilah uji visus dasar (visus = tajam penglihatan). Pada prinsipnya, uji visus ini adalah upaya untuk mengetahui ketajaman penglihatan seseorang dan menilainya dengan dibandingkan penglihatan normal. Read more…

Penyebab Mata Butuh Kacamata (4)

April 12th, 2008 paknenisna 11 comments

Presbiopia.

Kemampuan mata normal untuk dapat melihat obyek dekat dengan jelas adalah karena adanya suatu mekanisme akomodasi. Akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah fokus sehingga dapat melihat dengan jelas terhadap obyek dalam berbagai jarak yang berbeda – beda. Read more…

Penyebab Mata Butuh Kacamata (3)

April 8th, 2008 paknenisna 15 comments

Astigmatism.

Adalah kondisi di mana sinar - sinar sejajar yang masuk ke bolamata, oleh media refrakta dibiaskan tidak sama pada setiap meredian, sehingga terjadi lebih dari satu titik fokus. Sebagaimana diketahui, pada mata emmetropia, myopia, dan hypermetropia, sinar² sejajar yang masuk ke bola mata, sama - sama dibiaskan menjadi satu titik fokus, hanya letaknya terhadap retina yang berbeda – beda. Read more…

Penyebab Mata Butuh Kacamata (2)

April 4th, 2008 paknenisna 1 comment

Hipermetropia
Atau ada pula yang menyebutnya hiperopia, adalah kondisi di mana sinar - sinar sejajar yang masuk ke bolamata, dengan tanpa pengaruh akomodasi, titik fokusnya jatuh di belakang retina. Read more…

Categories: Artikel, Kelainan Penglihatan Tags: