Pertanyaan yang membandingkan ini ternyata masih sering saya terima dari para pengunjung optik saya, terutama pemakai kacamata yang ingin mencoba/beralih ke softlens. Seperti biasa, saya tidak mengemukakan jawaban yang meng-gebyah uyah (menggeneralisir) bahwa softlens lebih bagus dari pada kacamata, atau sebaliknya. Semuanya saya rujukkan pada situasi dan kondisi penanya. Jadi, jawaban yang diterima oleh penanya Read more…
Maraknya lensa-lensa progresif (Progressive Addition Lens) yang berharga sangat murah (dibanding beberapa tahun lalu) saat ini membuat lensa jenis ini semakin banyak dipilih oleh orang-orang yang sudah mengalami presbyopia, terutama presbyopia pemula yang umurnya kurang dari 50 tahun. Para penderita presbyopia pemula ini kebanyakan masih sangat peduli dengan Read more…
Sebagian besar orang, terutama pemakai maupun praktisi kacamata pasti sudah familiar dengan istilah supersin ini. Ya, istilah itu sering sekali dikaitkan dengan permintaan lensa kacamata. Demikian juga halnya dengan istilah anti silau. Meski begitu, banyak yang tidak sadar bahwa kedua istilah itu sudah membangkitkan salah kaprah yang cukup kronis di kalangan konsumen lensa kacamata maupun praktisi kacamata (amatir). Read more…
Ketebalan lensa merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh sebagian (sangat) besar pemakai kacamata, terutama yang harus menggunakan ukuran yang cukup tinggi (3 dioptri ke atas). Maka tak heran lah jika banyak pengembangan teknologi lensa yang bertujuan untuk mengejar tag “tipis” yang menjadi tuntutan para pemakai kacamata tersebut. Dari sisi bahan, pengembangan dilakukan untuk mendapatkan bahan lensa yang Read more…
Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email pertanyaan tentang lensa anti lelah. Saya benar-benar belum ngeh (tahu) tentang lensa tersebut. Karena sang penanya memberi gambaran bahwa lensa tersebut dapat membuat pemakainya tidak cepat lelah ketika berlama-lama membaca buku atau aktifitas melihat dekat lainnya (misalnya: bekerja dengan komputer atau laptop), Read more…
Lensa kacamata, selain diklasifikasikan menurut bahan, jumlah fokus, indeks bias, dan warnanya, juga dibedakan menurut bentuk/desain kelengkungan permukaannya. Kalau masih agak bingung dengan yang dimaksud “kelengkungan permukaan”, boleh juga difahami dengan bentuk kecembungan/kecekungan. Read more…
Tiga hari yang lalu, seorang muda datang ke optik saya. Begitu masuk, sambil pandangannya men-scaning etalase yang penuh berisi aneka bentuk bingkai kacamata, ia memberi aba: “Mas, yang ukuran 52″. Merasa baru kali itu saya mendengar seseorang yang meminta bingkai kacamata ukuran tertentu, rasa penasaran saya menghangat melelehkan kebanggaan dipanggil “Mas” oleh orang semuda itu (sepertinya masih 20an). Mulut saya pun keceplosan: “Mengapa harus ukuran 52 Mas?” Read more…
Meskipun panduan dalam memilih bingkai kacamata sudah sangat banyak ditulis orang, bahkan di media-media yang tidak banyak berhubungan dengan dunia perkacamataan, tentunya agak lucu jika blog Optik Nisna ini tidak memiliki artikel panduan seperti itu. Inilah dia.. Hanya saja, karena media ini [mengaku] lebih berkompeten dengan bidang kacamata, maka panduan memilih bingkai kacamata di sini akan lebih banyak mengacu pada keselarasan teknis dan fungsi dasar. Read more…
Bingkai kacamata, di samping bentuk dan konstruksi bagian depannya mempunyai jenis atau model yang bervariasi, bagian samping (temple) atau tangkainya juga memiliki beragam bentuk yang juga perlu diketahui untuk memperkaya pertimbangan dalam memilih bingkai kacamata. Jangan sampai unjuk kerja kacamata menjadi kurang optimal akibat pemilihan bentuk tangkai kacamata yang kurang sesuai dengan rencana pemakaiannya. Read more…
Masyarakat pemakai kacamata di Indonesia, umumnya mengenali jenis - jenis bingkai (frame) kacamata berdasarkan 3 macam perbedaan konstruksi: bingkai penuh, bingkai setengah, dan tanpa bingkai (fullrim, halfrim/semi-rimless, rimless). Sedangkan para praktisi kacamata yang telah mendapatkan dan memahami pengetahuan khusus tentang kacamata (ophtalmic optic), akan membedakan jenis - jenis konstruksi bingkai kacamata tersebut ke beberapa klasifikasi yang lebih kompleks. Read more…
Infordinamika