PUSAT SOFTLENS MURAH KLIK DI SINI                    <<|>>                    SOFTWARE ADMINISTRASI OPTIK KLIK DI SINI                    <<|>>                    OPTOTIP/SNELLEN DENGAN MONITOR LCD KLIK DI SINI
Web Hosting
Home > Kacamata > Bahan Lensa Kacamata

Bahan Lensa Kacamata

Secara garis besar, bahan dasar lensa kacamata dibedakan menjadi 2, yaitu mineral dan organik. Masyarakat umum membedakannya dengan sebutan lensa kaca dan lensa plastik (ada yang menyebutnya mika, meskipun sebutan ini kurang tepat).

Lensa Mineral
Dalam sejarah perkacamataan, bahan ini merupakan jenis yang pertama kali diaplikasikan dalam pembuatan lensa. Meskipun akhir - akhir ini kebanyakan pemakai kacamata lebih memilih lensa berbahan organik, lensa dengan bahan mineral (kaca) masih menjadi pilihan orang karena mempunyai keunggulan di sisi ketahanan terhadap panas, goresan, dan bahan kimia. Jenis kaca yang dipakai hingga saat ini adalah jenis crown yang memiliki indeks bias 1,523, dan merupakan indeks bias standar terendah untuk lensa mineral. Indeks bias adalah nilai yang menunjukkan kemampuan pembiasan suatu media bila dibandingkan dengan udara. Indeks bias udara dianggap bernilai 1. Semakin tinggi kerapatan molekul suatu media, akan semakin tinggi pula nilai indeks biasnya.
Lensa kaca yang masuk kategori high index (indeks bias tinggi) memiliki indeks bias bahan bernilai 1,6, sedangkan yang berindeks bias 1,7 dikategorikan super high index. Bahkan, saat ini telah ada lensa yang bahannya berindeks bias 1,8 dan 1,9. Semakin tinggi indeks bias bahan lensa, berat jenisnya juga akan semakin tinggi, namun, akan lebih memungkinkan untuk membuat lensa kacamata yang lebih tipis. Tentang hubungan antara ketebalan lensa kacamata dan indeks bias bahannya, dapat anda baca di tulisan yang ini.

Untuk memperbaiki kualitasnya, lensa mineral umumnya juga diberi lapisan hardcoat, untuk memberbaiki ketahanan gores, dan lapisan anti pantul / anti reflreksi untuk memperbaiki kemampuan transmisi cahaya. Lapisan anti pantul atau anti refleksi ini sering disebut secara salah kaprah dengan sebutan “anti silau”, atau ada pula yang menyebutnya “supersin”. Sebenarnya “supersin” adalah nama atau merek dagang yang dipatenkan oleh Rodenstock (produsen lensa dan bingkai kacamata) untuk lapisan anti pantul yang mereka aplikasikan pada lensa - lensa buatan mereka. Jadi, ini seperti kejadian orang menyebut “honda” untuk motor, apapun mereknya.

Selain kedua jenis lapisan tersebut, ada lagi lapisan yang bisa ditambahkan pada permukaan lensa agar mudah dibersihkan dari kotoran atau bercak bekas air yang menempel. Untuk ini, ada yang menyebutnya aqua coat, ada pula yang menyebut water repellent.

Lensa Organik
Bahan lensa ini mempunyai berat jenis yang jauh lebih rendah dari pada lensa mineral, sehingga bobot lensa kacamata yang dihasilkannya juga jauh lebih ringan. Di samping itu, bahan lensa ini mempunyai kelenturan yang jauh lebih bagus dari pada lensa mineral, sehingga tidak mudah pecah dan sangat direkomendasikan untuk kacamata model tanpa bingkai (rimless) maupun yang setengah bingkai (semi rimless, gantung/senar). Namun, jika dibandingkan dengan lensa mineral, lensa organik ini mempunyai kelemahan dalam hal ketahanan terhadap panas, goresan, maupun bahan kimia. Bahan - bahan pelarut kuat seperti aseton akan mudah merusakkan lensa ini. Karena itulah, setiap lensa organik mutlak ditambahkan lapisan hardcoat untuk meningkatkan ketahanannya terhadap goresan. Lensa organik juga bisa diberi lapisan anti pantul maupun lapisan aqua coat/water repellent. Bahkan dapat pula diwarnai dengan teknik diping (pencelupan), suatu hal yang tidak dapat dilakukan pada lensa mineral.

Bahan lensa organik standar adalah CR39 yang memiliki indeks bias 1,49. Ya.. lebih rendah dari pada lensa mineral. Karena itu, untuk ukuran dioptri yang sama, lensa berbahan CR39 biasanya akan lebih tebal dari pada lensa mineral. Saat ini, ada beberapa produsen lensa yang mengeluarkan lensa berbahan CR39 namun diklaim mempunyai indeks bias yang lebih tinggi, yaitu 1,56. Mereka menyebutnya medium indeks.
Di jajaran medium indeks ini, Hoya Corporation, produsen lensa kamera ternama dari Jepang yang beberapa tahun ini ikut pula memproduksi lensa kacamata, mengembangkan bahan lensa yang mereka namakan Phoenix® yang memiliki indeks bias sebesar 1,53. Material ini oleh pembuatnya diklaim sebagai bahan lensa plastik paling ringan di dunia serta tahan terhadap benturan.
Untuk kategori high indeks di jajaran lensa organik, Hoya Corporation juga mengembangkan dan mempatenkan Eyas® yang diklaim memiliki indeks bias sebesar 1,6. Selain itu, mereka juga punya Eynoa® yang berindeks bias 1,67.
Di kelas super high indeks, Hoya Corp. juga memiliki hak paten atas bahan lensa Eyry® yang mereka klaim mempunyai indeks bias sebesar 1,7.

Polycarbonat, yang selama ini hanya diaplikasikan sebagai lensa pelindung pada safety gogles, beberapa tahun belakangan ini juga mulai ada yang mengaplikannya sebagai lensa berukuran. Kemampuannya dalam menahan benturan merupakan keunggulan yang sering ditonjolkan oleh produsen - produsennya, sampai ada yang mendemonstrasikannya dengan cara mempersilahkan calon konsumen untuk memukulnya dengan martil.

  • Share/Bookmark

Mengcopy dan mempublish ulang artikel dari website ini diperkenankan, asal menyebutkan/mencantumkan (secara eksplisit) sumbernya serta tidak mengubah judul maupun isi artikel

Categories: Kacamata Tags: ,
  1. May 13th, 2008 at 13:58 | #1

    artikel yang bagus

    terus posting artikel yang lain
    boleh juga kunjungi di http://optikonline.info

  2. May 14th, 2008 at 20:44 | #2

    Insya Allah..
    cumin, mingsih belum bisak konsen 100% nih.. mudah2an segera dapet banyak waktu luang buat nulis2 lagi..
    tengkiu dah berkunjung di mari yak.. :-)

  3. Hartono
    November 24th, 2008 at 18:25 | #3

    Terakhir saya dengar ada bahan lensa yang namanya TRIVEX, apa kelebihan TRIVEX jika dibandingkan dengan Polycarbonate?

  4. Hartono
    November 24th, 2008 at 18:32 | #4

    Ada beberapa merek lensa di pasaran, misalnya Hoya, Essilor, Rodenstock, Sola, Nikon dan Carl Zeiss dll. Merek yang mana desain lensa progressivenya yang paling bagus?

  5. November 29th, 2008 at 14:02 | #5

    Trivex mempunyai aberasi warna yang jauh lebih kecil dari pada polycarbonat. Trivex juga dapat diwarnai dengan cara seperti pada lensa cr39.
    Merek yang paling bagus? walah.. kapasitas saya tidak cukup untuk melakukan perbandingan atas masing2 desain, apalagi merek.

  6. Supriyanto
    January 21st, 2009 at 23:08 | #6

    Pak, ada yang bilang kalo masang lensa kaca ke frame nylon bisa bikin lensanya gompel/sompel, maksudnya gimana Pak?

  7. January 23rd, 2009 at 19:02 | #7

    Yang dimaksud gompel/sompel, adalah kerusakan di bagian pinggiran lensa yang disebabkan oleh tekanan yang tidak mampu ditahan oleh bagian pinggir lensa tersebut. Silahkan cari artikel tentang hal tersebut di kategori kacamata.

  8. Hartono
    February 2nd, 2009 at 17:12 | #8

    Untuk memberi warna lensa Trivex adalah tidak semudah seperti memberi warna CR39, ada perlakuan khusus untuk memberi warna lensa Trivex. Silahkan kunjungi website Trivex.

  9. Hartono
    February 2nd, 2009 at 17:19 | #9

    Untuk saat ini kami lebih anjurkan lensa Trivex untuk frame model bor, bahkan kami beri garansi selama satu tahun bila terjadi keretakan pada lubang bor.

  10. erman
    August 13th, 2009 at 12:35 | #10

    mu nanya klo bwt ngilangin lapisan hardcouting pake larutan apa Y? biar lensa yg banyak gores masih bsa dipake,,

  11. tanto
    December 2nd, 2013 at 17:25 | #11

    tolong tulis lebih banyak artikel tentang bisnis kacamat.thanks.

Komentar atau pertanyaan, tulis di sini


Bila tidak sesuai dengan topik yang sedang dibahas, mungkin tidak akan direspon. Yang bernada spamming akan segera dihapus.