Di artikel yang ini, sudah dibahas dan dibuktikan bahwa meskipun lensa kacamata dibuat [nampak]cembung, ia juga tetap bisa berukuran minus sebagaimana lensa konkaf (concave). Bentuk lensa seperti itu disebut lensa konfek-konkaf, yaitu lensa yang memiliki permukaan cembung dan cekung (ingat-ingat lagi pelajaran fisika tentang lensa, ketika SLTA). Lensa-lensa untuk kacamata, kebanyakan menerapkan bentuk seperti itu. Read more…
Belakangan ini, ketika klinong-klinong (jalan-jalan) di jagat internet untuk mengintip-intip pasaran softlens di kancah penjualan [secara]online, sering kali saya menemukan iklan/penawaran yang berkesan mengunggulkan produk softlens tertentu yang memiliki diameter terbesar dari yang sudah ada. Menurut saya, iklan seperti itu akan menyesatkan Read more…
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan para [wanita]pemakai softlens lebih dipengaruhi oleh tampilan warna/coraknya ketika memilih-milih softlens yang akan dibelinya. Padahal, sebenarnya ada hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan, karena jika diabaikan, bukan hanya Read more…
Barangkali cukup banyak yang tidak tahu bahwa sebagian [sangat]besar orang memiliki sepasang mata yang kerjanya cenderung kurang kompak, di mana salah satu mata bersifat lebih dominan atas mata yang satunya lagi. Mungkin bisa digambarkan seperti salah satu tangan (entah yang kanan atau kiri) yang cenderung “terasa lebih sreg atau lebih bertenaga” untuk melakukan/mendukung suatu aktifitas. Read more…
Softlens bisa membuat awet muda? Ada-ada saja. Mungkin begitu yang anda pikirkan. Memang, lensa buatan yang pemakaiannya dengan ditempelkan ke kornea mata itu tidak bisa membuat awet muda. Tapi ia bisa membuat (tampak) awet muda lho. Aha.. berarti ini untuk yang tua-tua ya? Mmm..he..he..he.. Tampak awet muda kan berarti sebenarnya sudah tidak muda.
Read more…
Nhah lo.. digugat seorang remaja SLTP soal kacamata minusnya yang dipasangi lensa [yang kelihatan]cembung di Optik Nisna. Anak sekarang kritis dan pinter-pinter ya. Asli bingung saya. Bukan karena tidak tahu harus menjawab apa, tapi bingung harus mulai dari mana. Soalnya, kesombongan dan kepicikan saya mengisyaratkan kalau pengetahuan fisika optik tentang hal itu Read more…
Pertanyaan yang membandingkan ini ternyata masih sering saya terima dari para pengunjung optik saya, terutama pemakai kacamata yang ingin mencoba/beralih ke softlens. Seperti biasa, saya tidak mengemukakan jawaban yang meng-gebyah uyah (menggeneralisir) bahwa softlens lebih bagus dari pada kacamata, atau sebaliknya. Semuanya saya rujukkan pada situasi dan kondisi penanya. Jadi, jawaban yang diterima oleh penanya Read more…
Tulisan tentang keunggulan lensa kontak ini sebenarnya sudah dipersiapkan (secara offline) sejak lebih dari 1 bulan yang lalu. Namun kemudian prioritas penyelesaiannya dikalahkan dengan aplikasi/program Sistem Administrasi Optikal yang saya buat dalam waktu hampir bersamaan. Baru sesudah aplikasi tersebut berjalan sesuai dengan yang saya harapkan, tulisan ini pun mendapatkan gilirannya. Read more…
Pada dekade awal saya berkecimpung dalam dunia optik (belasan tahun yang lalu), software developer baik institusional maupun personal belum lah sebanyak saat ini. Penawaran-penawaran aplikasi yang ditujukan untuk mempermudah pengelolaan administrasi suatu lembaga, belum lah semarak sekarang ini. Pada masa itu, mencari dan menemukan data-data hasil pemeriksaan refraksi lama dari seorang pasien bisa menjadi mimpi buruk bagi saya. Read more…
Maraknya lensa-lensa progresif (Progressive Addition Lens) yang berharga sangat murah (dibanding beberapa tahun lalu) saat ini membuat lensa jenis ini semakin banyak dipilih oleh orang-orang yang sudah mengalami presbyopia, terutama presbyopia pemula yang umurnya kurang dari 50 tahun. Para penderita presbyopia pemula ini kebanyakan masih sangat peduli dengan Read more…
Infordinamika